Komitmen Pemko Pekanbaru Brantas Kemisikinan, Kini 146 Ribu Masyarakat Tidak Mampu Sudah Masuk PBIJK

67956-news-146336-masyarakat-ta
Bagikan:

PEKANBARU (Harianterkini.id) – Data Dinas Sosial Kota Pekanbaru, saat ini ada sekitar 146.336 masyarakat tidak mampu masuk dalam Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan atau PBIJK.

Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Sosial Pekanbaru bersama Dinas Kesehatan saat itu terus berupaya agar seluruh masyarakat, terutama masyarakat tidak mampu masuk dalam kepesertaan jaminan kesehatan.

“Dalam rangka menuju Pekanbaru UHC, bapak walikota memerintahkan kepada kita semua, terutama Dinas Kesehatan, karena ini adalah kewenangan mereka, untuk masyarakat tidak mampu di kota Pekanbaru sudah memiliki kartu BPJS. Bukan hanya penduduk tidak mampu, tetapi seluruh masyarakat kota Pekanbaru sudah terdaftar di BPJS,” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru Dr. H. Idrus, M.Ag, Selasa (14/3).

Baca Juga:  Dibuka Secara Resmi Oleh Wali Kota Semarang, Pameran Tanaman Hias di Wonderia Hidupkan Ekonomi Kreatif

Pemerintah kota, lanjut Idrus, akan berupaya membantu masyarakat untuk masuk dalam kepesertaan jaminan kesehatan.

“Untuk masyarakat tidak mampu, ada dua BPJS yang bisa mereka masuk atau pemerintah kota bisa membantu mereka untuk dimasukan. Yang pertama ada namanya PBIJK atau BPJS pusat atau nasional. Untuk PBIJK kota Pekanbaru sampai saat ini ada sekitar 146.336 yang sudah masuk ke PBIJK,” kata Idrus.

Baca Juga:  PGN Diganjar 18 Penghargaan Keselamatan Migas 2024 Berkat 500 Juta Jam Kerja Aman

Disampaikan Idrus, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, ada 12.088 orang yang akan dimasukkan ke PBIJK.

“Sesuai dengan data dari Dinas Kesehatan provinsi, jatah untuk kota Pekanbaru tahun ini ada sekitar 12.088. Inilah yang kita input. PBIJK ini tentunya terkhusus bagi masyarakat yang terdaftar di DTKS. Data DTKS kita hari ini ada sekitar 268.000, data ini bergerak terus, kalau KK nya ada sekitar 98.000 KK. Dari DTKS inilah yang kita ambil untuk mengisi kuota yang diberikan oleh Dinas Kesehatan provinsi sebanyak 12.088 orang itu,” terang Idrus.

Baca Juga:  Rp200 Triliun per Tahun, Potensi Penghematan Biaya Konsumsi Rumah Tangga dari Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran

Masyarakat tidak mampu yang terdaftar dalam PBIJK, kata Idrus, akan mendapatkan layanan kesehatan gratis.