Disbudpar Ingin Wujudkan Petang Belimau Jadi Event Pariwisata Internasional

IMG_20230323_225958
Bagikan:

PEKANBARU (Harianterkini.id) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pekanbaru menggelar berbagai acara di Petang Belimau tahun ini. Diharapkan, Petang Belimau ini menjadi event internasional.

“Kegiatan Petang Belimau ini guna mengembangkan budaya Melayu yang bersendikan ke-Islaman. Agar, budaya ini tidak tergerus arus globalisasi yang dapat menghilangkan jati diri dan nilai-nilai seni budaya,” kata Kepala Disbudpar Pekanbaru Masriyah dalam sambutannya di halaman Rumah Tuan Kadi, tepian Sungai Siak, Rabu (22/3).

Baca Juga:  Dalam Dialog Rektor HPN 2026, PWI Jateng Suarakan Alarm: Kontrol Sosial Pers Mulai Melemah

Tradisi budaya Melayu dikenal hanya masyarakat tertentu selama ini. Diharapkan, Petang Belimau juga dapat dikenali masyarakat lainnya dan dapat menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara.

“Petang Belimau ini juga bertujuan mempererat hubungan silaturahmi di antara umat muslim. Kegiatan ini juga sekaligus mensucikan diri sebelum melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadan,” ucap Masriyah.

Baca Juga:  Pemerintah Tetapkan 27 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama di 2024

Adapun rangkaian kegiatan di awali dengan berbagai permainan rakyat seperti gasing, tali merdeka, congkak enggrang, dan tam-tam buku di halaman rumah singgah Tuan Kadi sejak pagi. Kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam pendiri Pekanbaru di samping Masjid Raya pada siang hati.

Usai salat Ashar, kegiatan dilanjutkan dengan arak-arakan dari Masjid Raya Pekanbaru menuju ke lokasi Petang Belimau di tepian sungai Siak, Kecamatan Senapelan.

Baca Juga:  CitraSun Garden Semarang LuncurkanTipe Hunian Terbaru dengan Konsep Arsitektur Modern Kontemporer

Acara puncaknya adalah pemukulan beduk dan memandikan anak yatim piatu sebagai simbol dimulainya kegiatan petang Belimau. Pj Wali Kota juga memberikan bantuan kepada anak yatim piatu yang dimandikan tadi berupa seperangkat alat salat dan santunan.

“Semoga tradisi budaya Melayu ini dapat menjadi event pariwisata nasional hingga internasional,” harap Masriyah.