Erick Thohir Langsung Tancap Gas, Undang FIFA untuk Bantu Berantas Match Fixing

Etho-PSSI-1
Bagikan:
[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]

JAKARTA (Harianterkini.id) – Ketua Umum PSSI terpilih, Erick Thohir (Etho) langsung tancap gas untuk membenahi persepakbolaan Indonesia. Agenda atau program yang digulirkan dalam waktu dekat ini adalah melakukan pertemuan dengan perwakilan FIFA guna membahas pemberantasan match fixing (pengaturan pertandingan).

“Saya akan bikin presscon (konferensi pers) tanggal 19 (Februari), mudah-mudahan tidak meleset, kita akan presscon PSSI. Di situ juga perwakilan FIFA hadir. Salah satunya bagaimana kita membersihkan match fixing,” kata Etho di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2023).

Baca Juga:  Hotel Rooms Inc Semarang Kembali Hadirkan "Japanese Week" Penuh Warna di Tanggal 17 Hingga 24 Mei 2025

Etho berharap pembahasan dengan perwakilan FIFA nanti menghasilkan solusi yang tepat untuk menumpaskan persoalan pelik di lingkungan sepak bola nasional.

“Nanti kita coba tawarkan aturan siapa yang main, kita sepakati. Tunggu tanggal 19,” jelas dia.

Baca Juga:  Kota Semarang Raih Predikat Tertinggi Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak dari Kementerian PPPA

Selain itu, Etho juga bakal mengadakan sarasehan sepak bola pada dua minggu ke depan. Diharapkan dengan kegiatan itu, pembenahan sepak bola dari sisi kompetisi, timnas dan perangkat pertandingan dapat menemui titik terang. Termasuk, kompetisi Liga 2 dan Liga 3 yang dihentikan paksa bakal menjadi topik pembahasan Etho.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Semarang Alokasikan Rp 700 Miliar di APBD Tahun 2026 untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup

“Di situlah saya akan melempar garis besar visi misi yang disepakati bersama. Bukan visi misi saya, tapi visi misi Liga 1 apa, visi misi timnas, visi misi perwasitan, dan lain-lain. Saya akan kasih waktu 6-7 jam untuk berdiskusi berdebat. Tapi keluar dari kamar, semua harus tanda tangan. Jadi jangan ada setelah diberi kesempatan diskusi, keluar kamar bilang ‘saya sebenernya enggak setuju’,” tandasnya.