Erick Thohir Langsung Tancap Gas, Undang FIFA untuk Bantu Berantas Match Fixing

Etho-PSSI-1
Bagikan:
[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]

JAKARTA (Harianterkini.id) – Ketua Umum PSSI terpilih, Erick Thohir (Etho) langsung tancap gas untuk membenahi persepakbolaan Indonesia. Agenda atau program yang digulirkan dalam waktu dekat ini adalah melakukan pertemuan dengan perwakilan FIFA guna membahas pemberantasan match fixing (pengaturan pertandingan).

“Saya akan bikin presscon (konferensi pers) tanggal 19 (Februari), mudah-mudahan tidak meleset, kita akan presscon PSSI. Di situ juga perwakilan FIFA hadir. Salah satunya bagaimana kita membersihkan match fixing,” kata Etho di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2023).

Baca Juga:  Jadi yang Tertinggi Selama Libur Lebaran 2026, Kunjungan Wisatawan di Kota Lama Semarang Naik Hingga 24,7 Persen

Etho berharap pembahasan dengan perwakilan FIFA nanti menghasilkan solusi yang tepat untuk menumpaskan persoalan pelik di lingkungan sepak bola nasional.

“Nanti kita coba tawarkan aturan siapa yang main, kita sepakati. Tunggu tanggal 19,” jelas dia.

Baca Juga:  Kisah IPTU Yanuar Triatmaja, Polisi Sekaligus Pelatih Kempo yang Berdedikasi untuk Prestasi Anak Bangsa

Selain itu, Etho juga bakal mengadakan sarasehan sepak bola pada dua minggu ke depan. Diharapkan dengan kegiatan itu, pembenahan sepak bola dari sisi kompetisi, timnas dan perangkat pertandingan dapat menemui titik terang. Termasuk, kompetisi Liga 2 dan Liga 3 yang dihentikan paksa bakal menjadi topik pembahasan Etho.

Baca Juga:  PS USM Siap Hadapi Untag di Babak 8 Besar Piala Askot

“Di situlah saya akan melempar garis besar visi misi yang disepakati bersama. Bukan visi misi saya, tapi visi misi Liga 1 apa, visi misi timnas, visi misi perwasitan, dan lain-lain. Saya akan kasih waktu 6-7 jam untuk berdiskusi berdebat. Tapi keluar dari kamar, semua harus tanda tangan. Jadi jangan ada setelah diberi kesempatan diskusi, keluar kamar bilang ‘saya sebenernya enggak setuju’,” tandasnya.