Rumah Aromaterapi Asal Jogja Akan Gelar Workshop Bertajuk “The Art Of Scent and Holistic Healing” di Semarang

InShot_20250408_150427835
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Jumbuh, rumah aromaterapi asal Yogyakarta yang dikenal dengan pendekatan holistik dan artistik terhadap dunia wewangian, akan menggelar workshop spesial di Semarang bertajuk ‘The Art of Scent and Holistic Healing’.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi siapa saja yang ingin meramu aroma, menyatu dengan alam, serta menyembuhkan diri dari dalam.

Workshop ini akan diadakan pada hari Sabtu, 19 April 2025, di dua lokasi berbeda yakni di Tekodeko Koffiehuis, Jalan Kepodang No. 64, Kota Lama pada Pukul 16.00 WIB dan di Kedai Nyamin, Jalan Elang Raya No. 28, Mangunharjo, Tembalang pada pukul Pukul 19.00 WIB.

Founder sekaligus peramu utama Jumbuh, Mega Puspitasari, menjelaskan Jumbuh dikenal sebagai ruang aroma yang unik dan intim, meracik wewangian sebagai karya seni dan perjalanan jiwa.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Semarang Awali Tarling Ramadhan 1447 H di Masjid Agung Semarang

Dirinya menyebut, konsep yang diusung Jumbuh lahir dari perjumpaan antara manusia, hasil alam, dan ingatan.

“Kami percaya bahwa aroma tidak cuma wangi. Dia adalah medium untuk kembali pada diri, pada alam, dan pada yang hakiki,” kata Mega, Selasa, 4 April 2025.

Lebih lanjut Mega menyebut, Workshop ini bersifat reflektif dan eksploratif.

Nantinya, peserta bakal diajak menyelami keterhubungan antara tubuh, emosi, dan aroma melalui praktik langsung, diskusi terbuka, dan sesi hening.

Kegiatan ini terbuka bagi siapa saja yang tertarik dengan dunia aroma alami, penyembuhan batin, dan ekspresi diri yang autentik.

“Materi yang diajarkan meliputi pengenalan karakter aroma alami dari kayu, akar, bunga, dan rempah. Teknik dasar meramu parfum meditatif berbasis minyak atsiri lokal. Pembuatan dupa herbal untuk relaksasi dan ketenangan batin,” jelasnya.

Baca Juga:  Agustin-Iswar Tetap Rendah Hati Meski Unggul dalam Survei Pilwalkot Semarang 2024

Dia juga menuturkan, seluruh bahan yang digunakan berasal dari hasil panen petani lokal dari berbagai penjuru Nusantara.

Setiap tetes minyak dan lembar daun membawa kisah tentang tanah, musim, dan niat untuk hidup lebih selaras.

“Setiap racikan membawa cerita tentang tangan yang menanam, tentang musim, dan tentang niat untuk hidup lebih harmonis,” ungkapnya.

Menurutnya, workshop ini menyambut berbagai kalangan dari mahasiswa yang mencari ketenangan, pekerja kreatif yang haus akan inspirasi, ibu rumah tangga yang ingin menyalurkan hobi, hingga praktisi wellness yang mendalami dunia aromaterapi alami.

“Fasilitator dalam workshop ini adalah saya dan keluarga Jumbuh sendiri. Kami akan memberikan pengalaman sensorik yang menggugah serta pendekatan yang hangat,” paparnya.

Mega menekankan tujuan utama workshop ini adalah memperkuat koneksi dengan alam.

Baca Juga:  Dirut RSI Sultan Agung Beri Edukasi Kesehatan Jemaah Umrah di Acara Manasik Umrah Akbar ABBA Tour

Dengan meracik dari bahan-bahan alami lokal, peserta diharapkan bisa lebih menghargai bumi dan proses yang membentuknya.

Workshop ini juga menjadi ruang untuk menyadari batin, menjadi tempat refleksi, meditasi, dan penyembuhan lewat aroma.

“Unik, personal, dan bermakna,” ujarnya.

Ruang workshop ditata dengan suasana intim dan hangat, serta jumlah peserta dibatasi agar tetap fokus dan mendalam.

Ini merupakan kali kedua Jumbuh hadir di Tekodeko, setelah sebelumnya menggelar workshop meramu teh herbal.

“Workshop ini mengantarkan pengalaman jiwa, tubuh, dan kepekaan diri. Jumbuh mengajak pulang ke dalam diri, melalui aroma yang diciptakan oleh alam, hati, dan niat,” pungkasnya.

Informasi lengkap mengenai kegiatan ini bisa diakses melalui media sosial resmi Jumbuh di Instagram @jumbuh.meramu.***