SD Negeri Wonolopo 01 Semarang Menggelar Upacara Hari Kartini Dengan Memakai Pakaian Tradisional Lurik dan Kebaya
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Dalam rangka memperingati ‘Hari Kartini’ yang jatuh setiap tanggal 21 April, Sekolah Dasar (SD) Negeri (N) Wonolopo 01, yang terletak di Jl. Kemantren, Jatisari, Wonolopo, Kec. Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah menggelar upacara dengan mengenakan pakaian tradisional Indonesia, Senin, 21 April 2024.
Pada kesempatan acara tersebut, tak hanya para siswa-siswi, namun para guru juga turut mengenakan pakaian tradisional lurik dan kebaya.
Lurik adalah kain tenun dengan motif garis-garis, sedangkan kebaya adalah pakaian wanita yang dikenakan sebagai atasan.
Pakaian tradisional yang dikenakan oleh para murid SD Negeri Wonolopo 01 tak hanya dari Jawa Tengah saja, melainkan juga dari berbagai daerah.
Kepala Sekolah SD Negeri Wonolopo 01 Mijen Semarang, Wiwi Hardiyanti, saat di jumpai Harianterkini.id mengatakan bahwa tujuan utama menggelar upacara dengan mengenakan busana adat atau pakaian tradisional Indonesia pada momen Hari Kartini ini yakni adalah untuk memperingati dan menghormati perjuangan R.A. Kartini.
Selain itu, kata lanjut Wiwi, untuk mewujudkan kesetaraan kesempatan antara laki-laki dan perempuan di era modern yang secara khusus terutama dalam bidang pendidikan dan secara umum kesetaraan gender di semua bidang.
“Karena itu menyangkut Hari Kartini kebetulan ada instruksi dari dinas juga bahwa dalam rangka memperingati Hari Kartini semua Guru, karyawan, siswa mengenakan baju adat,” kata Wiwi.
Tak hanya pada moment Hari Kartini saja, Kepala Sekolah SD Negeri Wonolopo 01 juga mengintruksikan kepada seluruh siswa untuk mengenakan pakaian tradisional adat Semarangan di setiap bulannya pada Minggu pertama hari Kamis.
“Kami juga menanamkan kepada anak-anak bahwa setiap hari kamis di Minggu pertama itu mengenakan baju adat semarangan. Jadi anak-anak ini sudah siap dan sudah punya sesuai kemampuannya masing masing,”. Jelasnya.
Sebagai informasi, Peringatan hari Kartini diperingati tanggal 21 April bertepatan dengan hari kelahiran R.A. Kartini pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa
Hari Kartini adalah hari kelahiran Pahlawan Kemerdekaan Nasional Raden Ayu Kartini (RA Kartini) pada tanggal 21 April setiap tahun sejak tahun 1964 di peringati oleh seluruh bangsa Indonesia.
Perayaan ini selayaknya mengandung makna mendalam mengenai emansipasi perempuan dan mengingatkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk terus konsisten memperjuangkan keadilan gender.
Peringatan Hari Kartini ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964 yang ditandatangani pada tanggal 2 Mei 1964 yang didalamnya juga memuat penetapan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.
“Alhamdulillah tadi mas bisa lihat sendiri, anak-anak sangat antusias dan kompak mengenakan baju adat dan mereka sangat bersemangat sekali dalam mengikuti upacara memperingati Hari Kartini,” ungkapnya.
Setelah upacara memperingati Hari Kartini, para siswa berkumpul duduk di halaman sekolah dan ikut bermain kuis bersama salah satu Guru.
Pada moment tersebut, setiap anak diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh gurunya dan yang berhasil menjawab akan diberikan hadiah.
“Tadi juga setelah upacara, kami ajak untuk bermain kuis edukasi anak, Alhamdulillah semua antusias dan gembira. Permainan tebak kuis edukasi, bernyanyi lagu daerah dan kebangsaan, serta menerjemahkan Bahasa Inggris,” ujar Wiwi.***
