Tim PkM MM USM Bekali Pelaku UMKM mengenai Pembayaran Digital melalui QRIS

InShot_20250621_114340685
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dosen Magister Manajemen Universitas Semarang (PkM MM USM) membekali Pelaku UMKM Kampung Bahari Tambak Lorok Semarang mengenai Pembayaran Digital melalui QRIS di rumah Ketua RW 16, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, pada 17 Juni 2025.

Tim PkM USM terdiri atas Ketua Dr. Rohmini Indah Lestari, S.T., M.M, anggota: Prof. Dr. Indarto, S.E., M.Si, Dr. Yuli Budiarti, S.E., M.Si, dan Prof. Dr. Pahlawansjah H., S.E.,M.E.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Siapkan Solusi Bertahap Untuk Tangani Pulau Sampah di Tambak Lorok

Kegiatan yang mengambil tema ”Transformasi Digital di Kampung Bahari : Implementasi QRIS kepada Poklahsar Mina Karya Kampung Bahari Tambak Lorok Semarang” itu diikuti Anggota Kelompok Pengolah dan Pemasar Mina Karya, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.

Ketua Tim PkM USM, Rohmini mengatakan, tujuan kegiatan untuk embekali pelaku UMKM yang tergabung dalam Kelompok Pengolah dan Pemasar Mina Karya di Kampung Bahari Tambak Lorok dengan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai teknologi pembayaran digital, khususnya QRIS.

Baca Juga:  Semarang Rayakan HUT ke-479 dengan 17 “Kado Hebat”, Fokus pada Layanan Publik dan Kesejahteraan Warga

Selain itu membujuk pelaku UMKM untuk mengadopsi QRIS sebagai salah satu metode pembayaran di usaha mereka.

”Tujuan yang lain adalah mempercepat proses transaksi dan mengurangi penggunaan uang tunai, sehingga meningkatkan efisiensi operasional UMKM,” kata Rohmini kepada wartawan, Sabtu, 21 Juni 2025.

Dia menambahkan, selama kegiatan tersebut pihaknya menyampaikan materi tentang pemahaman dasar, manfaat QRIS, cara menggunakan, keamanan transaksi, penggunaan aplikasi, biaya dan ketentuan.

Baca Juga:  Diduga Pompa Air Tidak Berfungsi, Banjir di Wilayah Genuk Semarang Hingga Sekarang Belum Surut dan Aktivitas Warga Terganggu

Selain itu, frekuensi penggunaan dan persepsi mitra terhadap QRIS kepada anggota Poklahsar Mina Karya, Kampung Bahari Tambaklorok, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang.

”Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan kuesioner mengenai pemahaman terhadap pelaksanaan ceramah untuk melihat capaian dari program pengabdian yang telah dilaksanakan,” jelasnya.

“Kami juga membuka diskusi berupa tanya jawab antara pemateri dengan peserta. Diskusi dilakukan agar peserta lebih memahami materi yang telah disampaikan dan memahami permasalahan yang sedang dihadapi mitra,” ungkapnya.***(bgy).