Pemkot Semarang Gandeng Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia Akan Dirikan Akademi Bonsai

WhatsApp Image 2025-07-08 at 14.24.53
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. berencana menggandeng Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) dengan beberapa dinas untuk membuat sekolah bonsai, bagi anak-anak yang mempunyai hobi memelihara bonsai sampai memiliki nilai ekonomi tinggi.

Hal ini disampaikan Wali Kota, saat menghadiri acara pembukaan Semarang Bonsai Festival 2025, di Perumahan Graha Padma, Kota Semarang, yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI), pada hari Sabtu, 5 Juli 2025.

“Kita akan support penuh PPBI , nanti kita akan inisiasi sekolah bonsai kolaborasi Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Disbudpar dan PPBI untuk membuat sebuah akademi bonsai di Kota Semarang,” kata Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.

Baca Juga:  Semua Siswa Selamat, Disdik Kota Semarang Pastikan Pembelajaran di SDN Sendangmulyo 3 Tetap Berjalan Pascapohon Tumbang

Hal ini menurutnya perlu supaya ada Sustainability, dengan pembiayaan full dari pemerintah Kota Semarang untuk anak-anak yang menyukai bonsai.

Menurut Agustina, Pemerintah kota atau Pemkot Semarang mendukung bonsai menjadi komoditas unggulan dari Kota Semarang. Karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi pada pasar lokal maupun internasional.

Berbagai jenis bonsai dihadirkan dalam pameran yang berlangsung hingga Selasa, 8 Juli 2025, seperti bonsai beringin, asam jawa, sancang, serut dan santigi.

Baca Juga:  Ferry Wawan Cahyono Bangga, Tim Jateng Raih 71 Emas di PON XXI Aceh-Sumut 2024

Tanaman kerdil khas Jepang ini memiliki harga yang cukup fantastis, yakni mencapai 500 juta rupiah.

“Wah ini luar biasa, bagus banget, ini bisa menjadi salah satu masa depan. Karena ada pendapatannya. Dan jadi komoditi, menjadi hal strategis yang bisa dipikirkan,” ungkapnya.

Melihat antusiasme peserta, Agustina juga memastikan jika Pemerintah Kota Semarang mendukung pameran ini.

Namun, ia menegaskan perihal penyelenggaraan tetap berada naungan PPBI.

Baca Juga:  KAI Daop 1 Jakarta Gencarkan Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang Bersama Komunitas Sadulur Spoor

“Jadi penyelenggaranya adalah PPBI. Mereka yang expert, dan yang tahu sehingga ada nilai yang khusus dari sebuah pameran. Pemkot Support saja,” jelasnya.

Pihaknya juga menyarankan agar pelaksanaan pameran dilakukan lebih lama, agar menjadi daya tarik wisatawan.

“Kalau pameran jangan sebentar, pameran harus lama. Kenapa? Karena ini akan menjadi sebuah destinasi wisata. Saya tadi menawarkan kalau depan gedung balai kota di selasarnya itu bagaimana caranya menjadi rumah pamer,” pungkasnya.***

Sumber Berita : Humas Pemkot Semarang