Komunitas Jurnalis Pemerhati Konservasi Bersama Semarang Zoo Sukses Menggelar Senam Pound Fit
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Komunitas Jurnalis Pemerhati Konservasi bekerjasama dengan Semarang Zoo sukses menggelar kegiatan Senam Pound Fit dengan menghadirkan kurang lebih 150 peserta dari berbagai wilayah di Kota Semarang.
Diketahui bahwa kegiatan Senam Pound Fit dilaksanakan pada Minggu pagi, tanggal 13 Juli 2025, di Kawasan Kebun Binatang (Bonbin) Mangkang, Semarang Zoo, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Acara Senam Pound Fit juga dimeriahkan oleh bintang tamu spesial, yakni Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan.
Mantan Camat Gajahmungkur Kota Semarang itu, hadir bersama istri dan anaknya. Ade dan keluarganya itu saat hadir di lokasi acara langsung menyapa para peserta senam yang dipandu oleh instruktur profesional yakni, Sita.
Terlihat, setelah menyapa, sebelum menaiki panggung acara, Ade beserta keluarganya dengan dipandu tim Semarang Zoo melanjutkan jalan-jalan menuju beberapa kandang satwa koleksi PT. Taman Satwa Semarang.
Usai berkeliling, Ade tampil di panggung senam untuk memberikan sambutan dan membagikan door prize bersama Direktur PT. Taman Satwa Semarang, Bimo Wahyu Widodo.
Dengan dipandu Host Kota Semarang Rachman Polalo menambah suasana semakin meriah, heboh dan berkesan. Setelah pembagian door prize, kemudian acara dilanjutkan dengan berfoto bersama.
“Ini kerja sama kami dengan Semarang Zoo untuk pertama kalinya, insyaallah kedepan kami dan tim akan membuat acara yang lebih meriah lagi,” kata Ketua Panitia Senam Pound Fit, Muhammad Husni Musonnifin.
“Tujuannya agar masyarakat memperhatikan pentingnya konservasi dan tadi juga kami ajak para peserta untuk berkeliling melihat satwa di Semarang Zoo. Ya ini sebagai ajang edukasi juga, karena mereka kan ada yang membawa anak, jadi biar tau di Bonbin itu ada apa aja, gitu mas,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Ketua Panitia Pound Fit yang akrab disapa Muso itu juga rencananya akan menggelar kegiatan lomba mancing bersama.
“Insyaallah kedepan nanti akan ada lomba mancing bersama, sekaligus kami dan tim akan mengadakan pembersihan ikan sapu-sapu yang sudah merusak ekosistem diperairan Kota Semarang,” jelasnya.
Muso juga mengungkapkan bahwa dirinya dan tim juga sudah berencana menggelar lomba mancing berbarengan dengan Senam Pound Fit, namun karena kondisi pada hari Minggu banyak juga yang mengadakan lomba mancing, jadi tim panitia memutuskan untuk membatalkannya.
“Jadi kami dan tim memutuskan untuk membatalkan lomba mancingnya, tetapi senam tetap jalan, karena apa, ya itu tadi sudah banyak lomba mancing diadakan pada hari ini, jadi ya, kami memutuskan untuk membatalkannya, namun bukan berarti kami tidak akan mengadakan lomba mancing, tetap nanti next akan kami laksanakan,” ujarnya.
Muso juga tidak lupa untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pendukung acara yang telah membantu kelancaran event Senam Pound Fit ini.
“Kami dan tim mengucapkan terimakasih kepada PT. Sumber Alfa Trijaya (Alfamart), PT. Ulam Tiba Halim (Marimas), PT. PDAM Tirta Moedal, dan Irwan Leokita W Kusuma (Anggota DPRD Kota Semarang) yang telah memberikan dukungan untuk kegiatan kami ini,” ungkapnya.
“Terima kasih kepada para sponsor dan donatur dan pihak Semarang Zoo sehingga acara ini berlangsung dengan baik,” imbuhnya.
Kesehatan Jantung
Sementara itu, Instruktur senam, Sita Pound menerangkan Senam Pound berasal dari Amerika yang terinspirasi dari pencipta Pound yang hobi bermain alat musik drum dan gym pada tahun 2011.
Sehingga semua gerakan menggunakan tongkat stick drum yang disebut Ripstix. Namun demikian, kata dia, ukuran dan bahan stick sudah didesain khusus dan tidak diperjualbelikan secara bebas.
“Pound Fit itu sebenarnya Pound Fitness, makanya kalau saya bilang ke temen-temen itu Pound aja, gak pake Fit,” ujar Sita.
Sita menjelaskan bahwa, dirinya mengikuti pelatihan dan sertifikasi sebagai instruktur Pound di Jakarta selama beberapa waktu dan kembali ke Semarang untuk mengajar pada tahun lalu.
“Pound ini diciptakan pada tahun 2011, masuk ke Indonesia tahun 2016. Saya ngajar di Semarang mulai Mei tahun 2023,” ucap Sita, wanita asal Gunungpati Semarang itu.
Sita menerangkan, Pound Fit merupakan senama yang didesain untuk kesehatan jantung dengan gerakan khusus dan sudah dikonsultasikan oleh dokter spesialis jantung.
Gerakan Pound sudah paten dibagi dalam 12 irama lagu yang tidak boleh di jeda lama karena mengganggu sistem kardiovaskular.
Gerakan Pound juga dibagi dalam segmentasi usia dari anak sampai lansia. Semua instruktur Pound Fit harus bersertifikat karena tidak boleh ada modifikasi atau variasi.
“Pound itu untuk semua usia. Bahkan untuk anak-anak juga ada. Semua ada sertifikasinya, dan saya punya,” jelasnya.
Terkait kegiatan Pound Fit di Semarang Zoo, ia mengaku senang karena ada anggota Pound Fit Semarang yang sudah lama tidak ke kebun binatang.
“Seneng banget karena temen-temen yang belum pernah ke Bonbin atau Semarang Zoo akhirnya ke Semarang Zoo. Jadi sekalian nge-pound olahraga sekalian jalan-jalan. Sekalian melihat Bonbin yang sekarang karena mereka tahunya yang dulu itu kan, sekarang sudah berbenah, mereka jadi punya pengetahuan baru,” bebernya.
Ditanya soal kegiatan senam Pound kembali di Semarang Zoo dengan segmentasi anak, dirinya menyatakan siap dan antusias menyambut jika ada tawaran tersebut.
“Bisa, nanti jika ada kerja sama untuk yang anak-anak usia 5-12 tahun. Gerakannya beda, musiknya juga beda karena ada aktivitasnya untuk bermain,” katanya.
Sementara itu, Direktur PT. Taman Satwa Semarang (Semarang Zoo), Bimo Wahyu Widodo juga mengucapkan terimakasih kepada para peserta Senam Pound Fit yang sudah antusias mengikuti kegiatan yang menyehatkan jantung ini.
“Terimakasih kepada seluruh peserta senam, saya sangat senang bisa kedatangan kakak-kakak dan mengikuti kegiatan pagi ini di Semarang Zoo, Nanti setelah senam, kami persilahkan untuk jalan-jalan melihat satwa yang ada di Sini Njeh,” ucap Bimo saat memberikan sambutan dan mengajak para peserta untuk menikmati suasana pagi dengan jalan-jalan di Semarang Zoo setelah senam.***
