Tim PkM USM Gelar Pelatihan Peningkatan Kecerdasan Interpersonal Remaja Karang Taruna Astagina

InShot_20250717_084100948
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM) menggelar pelatihan peningkatan kecerdasan interpersonal remaja karang taruna Astagina, di Balai RW 11, Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, belum lama ini.

Tim PkM USM terdiri dari Ketua Kimmy Katkar, S.Psi, M.Si., sanggota Maria Yuliana Wangge, S.Psi., M. Psi., Psikolog, Irwan Desyantoro, S.Psi., M.Psi., zdan Purwaningtyastuti, S.Psi., M.Si., Psikolog.

Tim PkM USM dibantu dua mahasiswa yakni Salsabila dan Navisa.

Ketua Tim PkM USM, Kimmy Katkar mengatakan, tujuan kegiatan untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal remaja Karang Taruna Astagina sebagai upaya mengembangkan kemampuan pemecahan masalah sosial.

Baca Juga:  Universitas Semarang Gelar Seminar Kewirausahaan Bertajuk Berani Bicara, Berani Berusaha! Membangun Semangat Wirausaha di Kalangan Mahasiswa

Kegiatan PkM diikuti 23 remaja.
Dalam kegiatan tersebut Maria Yuliana Wangge, memberikan materi tentang fungsi dan peran kecerdasan interpersonal dalam dinamika remaja.

”Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami dan berinteraksi secara efektif dengan orang lain,” kata Maria.

“Kecerdasan interpersonal berfungsi untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, membentuk relasi sosial yang sehat, dan untuk mengatasi konflik sosial,” imbuhnya.

Narasumber kedua, Irwan Desyantoro menjelaskan mengenai identifikasi masalah sosial dalam berbagai aspek kehidupan kemasyarakatan.

Baca Juga:  Masyarakat Dihimbau Waspada Fenomena Supermoon dan Rob Jelang Idul Fitri

”Masalah sosial adalah kondisi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai keadilan, kesejahteraan, dan keharmonisan dalam masyarakat,” ujar Irwan.

Adapun narasumber ketiga, Purwaningtyastuti menjelaskan mengenai empati dan resolusi konflik dalam interaksi sosial.

”Interaksi sosial yang sehat penting untuk membangun hubungan yang harmonis, menumbuhkan rasa saling pengertian dan empati, serta berguna sebagai resolusi konflik,” ungkap Purwaningtyastuti.

Sesi terakhir, para peserta diberikan penjelasan mengenai strategi kolaborasi untuk pemecahan masalah-masalah sosial sekaligus praktik secara berkelompok yang difasilitatori oleh Kimmy Katkar.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Ambil Peran Sebagai Tokoh Sang Hyang Wenang di Acara Pagelaran Wayang Orang om The Street

Dalam sesi tersebut peserta diajak untuk berdiskusi bersama terkait dengan masalah sosial yang dialami beserta strategi kolaborasi sebagai bentuk pemecahan masalah.

Kegiatan ini didukung oleh Ketua RW 11 Kelurahan Rejosari, Hadi yang turut serta mendampingi para remaja selama kegiatan berlangsung.

Menurut Kimmy, materi yang telah diperoleh oleh peserta dapat dimanfaatkan dan diimplementasikan secara langsung dalam kegiatan organisasi karang taruna sehingga dapat membantu remaja memecahkan masalah sosial yang mungkin muncul melalui kecerdasan interpersonal.***(bgy)