Wali Kota Semarang Kunjungi Rumah Tidak Layak Huni Milik Mbah Muhammad di Mijen

InShot_20250722_112142394
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. mengunjungi rumah Mbah Muhammad yang berlokasi di Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Minggu, 20 Juli 2025.

Terlihat, rasa haru dan syukur menyelimuti rumah sederhana milik Mbah Muhammad, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu, mengunjungi langsung lokasi penerima bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2025.

“Matur nuwun sanget, terima kasih banyak Bu Wali, matur nuwun sampun diparingi bantuan, terima kasih sudah diberi bantuan,” ungkap Mbah Muhammad dengan tulus sambil menggenggam tangan Agustina.

Baca Juga:  Mbak Ita Tekankan Perlunya Penanganan Dari Hulu untuk Atasi Permasalahan Sampah

Dalam suasana penuh kehangatan, istri Mbah Muhammad juga tak kuasa menahan rasa terima kasihnya.

Perlu diketahui bahwa, rumah Mbah Muhamad adalah satu dari dua rumah yang dikunjungi wali kota sebagai penerima bantuan RTLH 2025 dari Pemerintah Kota Semarang.

Rumah Mbah Muhammad yang dihuni bersama sang istri memang mengalami kerusakan cukup berat.

Kondisi rumah Mbah Muhammad dirasa kurang layak untuk dihuni pasangan suami istri dengan kondisi kesehatan Mbah Muhammad yang saat ini mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

Selain rumah Mbah Muhammad, ada juga rumah Ibu Indasah yang diusulkan sebagai penerima bantuan dari Kelurahan Mijen.

Baca Juga:  Semarang Matangkan Persiapan MTQ Nasional 2026, Fokus pada Kebersihan Masjid dan Penguatan Wisata

Menurut Agustina, di wilayah Kelurahan Mijen telah diusulkan lebih dari dua unit rumah untuk program ini.

Namun, mengingat tingkat kerusakan yang cukup parah, perlu upaya lebih agar bantuan dapat menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.

“Kalau dilihat dari kondisi rumah Mbah Muhammad, bantuan 20 juta per unit yang biasa diberikan kemungkinan belum cukup. Maka kami akan berkoordinasi lintas pihak, termasuk menggandeng masyarakat yang peduli,” kata Agustina.

“Tahun depan, kami akan upayakan ada klaster khusus bagi rumah dengan kerusakan berat agar bantuan yang diberikan bisa lebih optimal,” ucapnya.

Baca Juga:  Perusahaan Batubara di Riau Mulai Gunakan Transportasi Sungai!

Agustina juga menjelaskan, pada tahun 2025 ini, Pemkot Semarang telah memfasilitasi perbaikan 920 unit RTLH, sebagian besar di antaranya sudah dalam proses pembangunan.

Bantuan dilaksanakan melalui kelompok masyarakat yang terdiri dari tokoh masyarakat, RT, dan RW di lingkungan penerima manfaat, bukan langsung oleh dinas atau pemilik rumah.

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, Pemerintah Kota Semarang terus berupaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak bagi warganya.

“Semoga bantuan ini bukan sekadar bedah rumah, tapi juga menjadi bedah harapan,” tutup Agustina.***