Menabung Cahaya, Memanen Masa Depan
FOTO ISTIMEWA : Lia menunjukkan aplikasi SmartHome Plus PLN yang mampu mengontrol perangkat rumah tangga secara digital, termasuk pengaturan AC untuk efisiensi energi di rumahnya.
SEMARANG (Harianterkini.id) – Hemat pangkal kaya. Pribahasa itu bukan sekadar kata-kata bagi Lia (27), seorang perempuan muda yang kini tinggal di kawasan perbatasan Kota Semarang.
Sejak kecil, kedua orang tuanya sudah menanamkan prinsip hidup sederhana dan cermat dalam mengelola keuangan.
Kini, kebiasaan itu menjadi fondasi kuat yang membentuk kepribadiannya sebagai perempuan mandiri di tengah kehidupan modern yang serba cepat.
Dari Perantau ke Pemilik Rumah
Perjalanan Lia dimulai ketika ia memutuskan merantau ke Semarang untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Jauh dari keluarga, Lia harus belajar mengatur semua kebutuhan sendiri. Mulai dari biaya kuliah, makan, hingga tempat tinggal, semuanya ia kelola dengan hati-hati agar bisa bertahan di kota besar.
“Saya selalu ingat pesan orang tua, jangan boros. Hemat bukan berarti pelit, tapi belajar mengatur yang ada,” ujar Lia tersenyum, Sabtu (18/10).
Usai menamatkan studi, Lia memilih menetap di Semarang. Dengan disiplin finansial yang ia pegang teguh, ia berhasil menabung untuk membeli rumah pertamanya.
Meski melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dari pemerintah, Lia merasa bangga bisa mencapai titik itu dari hasil jerih payah sendiri.
Namun, kehidupan setelah memiliki rumah tentu membawa tantangan baru. Pengeluaran rumah tangga semakin besar, terutama untuk kebutuhan listrik dan perabotan.
Lia pun harus memutar otak agar tetap bisa bertahan dengan pendapatan sebagai pegawai swasta.
Menemukan Solusi Cerdas : SmartHome Plus
Kebiasaannya mencari solusi hemat membawanya pada sebuah inovasi digital dari SmartHome Plus dari PLN Icon Plus.
Awalnya, Lia mengenal layanan ini dari media sosial dan rekomendasi teman sekantor. Ia pun tertarik mencoba, terutama karena fitur yang menjanjikan efisiensi penggunaan listrik di rumah.
“Sudah setahun saya pakai SmartHome Plus. Lumayan banget, bisa tahu berapa listrik yang terpakai setiap hari. Jadi saya bisa atur pemakaian supaya nggak boros,” jelas Lia.

Melalui aplikasi SmartHome Plus, Lia dapat memantau konsumsi energi di rumahnya secara real time.
Ia bisa menyalakan atau mematikan perangkat dari jarak jauh, memastikan AC tidak menyala saat rumah kosong, atau mengaktifkan kamera keamanan saat malam hari.
Sistem otomatis ini sangat membantu, mengingat jam kerja Lia cukup padat.
“Kadang saya lupa matiin lampu atau Ac. Sekarang tinggal buka aplikasi, semua bisa dikontrol dari HP,” ujarnya.
Hemat Energi, Dukung Kota Rendah Emisi
Apa yang dilakukan Lia tidak hanya berdampak pada keuangan pribadinya, tapi juga memberi kontribusi nyata terhadap lingkungan.
Pemerintah Kota Semarang memang tengah gencar mengampanyekan transformasi menuju kota rendah emisi dan ramah lingkungan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang ikut berperan menjaga lingkungan lewat perilaku cerdas energi.
“Seluruh masyarakat yang berperan aktif menjaga lingkungan, mendukung kebijakan tata kota, serta berkomitmen bersama menuju kota yang lebih hijau, berkelanjutan, dan ramah lingkungan,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota, belum lama ini.
Implementasi SmartHome Plus sejalan dengan visi tersebut. Teknologi ini tidak hanya mendukung efisiensi energi, tetapi juga menjadi bagian dari konsep smart city yang mendorong digitalisasi layanan publik dan gaya hidup cerdas.
Melalui aplikasi PLN SmartHome Plus, masyarakat seperti Lia ikut menjadi bagian dari perubahan besar yang mendorong mereka lebih melek teknologi dan sadar pentingnya pengelolaan energi secara bijak.
Simbol Gaya Hidup Digital dan Berkelanjutan
Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, menjelaskan bahwa SmartHome kini menjadi simbol digital lifestyle yang mengutamakan kecepatan, kemudahan, dan efisiensi.
“Semua perangkat rumah dapat terhubung dalam satu ekosistem yang saling terintegrasi, memberikan pengalaman baru yang lebih nyaman, aman, dan cerdas bagi penggunanya,” ujarnya di Jakarta, baru-baru ini.
Chipta menegaskan komitmen PLN Icon Plus untuk terus mendorong transformasi digital dan mendukung energi hijau berkelanjutan.
“Melalui SmartHome Icon Plus, kami ingin menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin hidup lebih praktis di era serba digital,” tambahnya.
Data dan Dampak Nyata
Berdasarkan analisis terhadap lima jenis peralatan listrik seperti AC, penanak nasi, kulkas, lampu LED, dan kipas angin.
Hal ini menunjukan program Smart Home Energy Management (SKEM) menunjukkan potensi pengurangan beban listrik hingga 599 Mega Watt (MW) dan penghematan energi sekitar 3,0 Tera Watt Hour (TWh) pada tahun 2025. Angka ini diproyeksikan meningkat menjadi 787 MW dengan penghematan 3,8 TWh pada 2030.
Dengan kata lain, inovasi seperti SmartHome Plus bukan hanya memudahkan pengguna individu seperti Lia, tetapi juga memberi dampak besar dalam skala nasional yang dapat mengurangi beban energi dan mendukung target Indonesia menuju transisi energi hijau.
Dari Rumah Hemat ke Inspirasi Hijau
Kini, rumah sederhana Lia bukan sekadar tempat tinggal saja, melainkan simbol perubahan gaya hidup dari kebiasaan hemat menjadi kepedulian terhadap lingkungan dan teknologi.
Setiap kilowatt listrik yang dihemat bukan hanya menyelamatkan pengeluaran, tapi juga menjadi kontribusi kecil bagi bumi yang lebih baik.
“Kalau semua orang bisa hemat energi, dampaknya besar buat masa depan,” tutur Lia menutup percakapan.
Lia membuktikan bahwa prinsip “hemat pangkal kaya” kini punya makna baru di era digital yaitu hemat bukan hanya soal uang, tapi juga soal kesadaran melainkan hidup cerdas berarti hidup berkelanjutan. (Bintang)
