Program Makan Bergizi Gratis: Komitmen Bersma Tingkatkan Kualitas SDM

IMG-20251203-WA0010
Bagikan:

BEKASI (Harianterkini.id) – Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melaksanakan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aula Muzdalifah, Asrama Haji Kota Bekasi pada Minggu, (10/11). Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan sajak dini, MBG bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga sebagai investasi jangka panjang bangsa Indonesia.

Dalam sambutannya, Komisi IX DPR RI, Sukur H. Nababan menyampaikan bahwa Program MBG merupakan langkah strategis Presiden untuk memastikan pemenuhan gizi anak dilakukan secara merata. Ia menyebut program ini bukan hanya soal penyediaan makanan, tetapi juga investasi masa depan bangsa.

Baca Juga:  Resmi Daftar ke KPU, Agustina Wilujeng-Iswar Aminuddin Siap Bawa Perubahan untuk Kota Semarang

“Kualitas sumber daya manusia ditentukan dari bagaimana kita memastikan anak-anak kita mendapatkan gizi yang baik sejak dini. Program MBG adalah langkah membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” ujar Sukur H. Nababan.

Kemudian, Analis Kebijakan Muda Badan Gizi Nasional (BGN), Ade Tias M, menjelaskan bahwa Program MBG dirancang tidak hanya untuk anak usia sekolah, tetapi juga sebagai upaya membangun budaya makan sehat di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Grand Candi Hotel Semarang Lestarikan Budaya Lewat Pasar Senggol

“Program ini bukan hanya tentang makanan bergizi, tetapi tentang membangun kesadaran gizi sebagai fondasi kemajuan bangsa,” tegas Ade.

Sementara itu, Dinas Sosial Kota Bekasi, Ester,  menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam implementasi program ini, mulai dari mekanisme penyediaan menu hingga distribusi makanan kepada peserta didik.

“Program ini memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk tumbuh sehat dan belajar lebih baik. Semua pihak perlu terlibat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ester juga menyatakan bahwa Kota Bekasi siap menjadi daerah percontohan pelaksanaan MBG di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh.

Baca Juga:  Sido Muncul Santuni 1.000 Dhuafa di Kabupaten Semarang

Keberhasilan program ini tak bisa bergantung pada penyediaan makanan semata. Diperlukan dukungan dari aspek non-materiil, terutama dalam membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Di sinilah edukasi gizi memainkan peran krusial, baik melalui kurikulum formal sekolah maupun pendekatan di luar ruang kelas, guna mengoptimalkan dampak dari kebijakan pemerintah tersebut.*