Tim PkM USM Fakultas Psikologi USM Beri Psiko Edukasi Kepada Santriwati Pondok Pesantren Bina Madani Putri Grabag
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Psikologi Universitas Semarang melakukan pengabdian dengan tema ”Peningkatan Kesadaran dan Ketahanan Kesehatan Mental Remaja melalui Edukasi Psikologi Positif pada Santriwati Pondok Pesantren Bina Madani Putri Grabag, Magelang,” belum lama ini.
Tim PkM terdiri atas Ketua Dr. M.M. Shinta Pratiwi, S.Psi., M.A., Psikolog, anggota Retno Ristiasih Utami, S.Psi., M.Si., Psikolog, Sri Widyawati, S.Psi., M.Si., Psikolog dan Martha Kurnia Asih, S.Psi. M.Si yang dibantu dua mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Semarang.
Menurut Shinta Pratiwi, kegiatan ini dilakukan atas permintaan dari pihak Pondok Pesantren untuk menguatkan santriwati dalam mengatasi dan mencegah munculnya perilaku negatif.
Tujuan jangka panjang kegiatan untuk meningkatkan kesadaran dan ketahanan kesehatan mental santriwati melalui edukasi psikologi dalam menghadapi Bullying, Self harm dan Toxic Relationship yang saat ini menjadi masalah yang banyak dihadapi oleh remaja.
Kondisi santriwati yang harus tinggal bersama di Pondok Pesantren, jadwal kegiatan yang cukup padat serta jauh dari orang tua menyebabkan munculnya masalah-masalah psikologis usia remaja.
”Masalah ini jika tidak diselesaikan dan diatasi dengan baik akan berdampak pada masalah perilaku yang lebih luas di usia selanjutnya sehingga perlu adanya pendampingan dan peningkatan pemahaman bagi para santriwati tentang pentingnya menjaga Kesehatan mental dan berpikir positif,” katanya.
Shinta mengatakan, manfaat kegiatan bagi santriwati adalah santriwati mendapat pengetahuan, pemahaman, serta strategi agar dapat belajar mengatasi masalah mereka, mencegah dan mengatasi perilaku negatif sehingga akan tercapai kesehatan mental bagi santriwati Pondok Pesantren Bina Madani Putri.
”Kegiatan ini juga dapat bermanfaat sebagai sarana promosi Fakultas Psikologi Universitas Semarang,” ujarnya.
Respons para peserta cukup tinggi. Hal tersebut terbukti dengan ikutnya 360 peserta dari kalangan Santriwati maupun para pembina Pondok Pesantren Bina Madani Putri peserta merasa mendapatkan peningkatan pemahaman untuk dapat mencapai mental yang sehat.
Pelaksanaan terbagi menjadi beberapa sesi, diawali sesi Kesehatan Mental Remaja dan Tinjauan Dalam Islam oleh Sri Widyawati kemudian disusul kelas-kelas parallel yang membahas tentang Bullying oleh Retno Ristiasih Utami, Self Harm oleh Martha Kurnia Asih dan Toxic Relationship di kalangan remaja. oleh MM Shinta Pratiwi.***(bgy)
