Mafia Taubat Hadirkan ‘Ngobat’, Cara Baru Anak Muda Nongkrong Sambil Belajar

WhatsApp Image 2025-11-24 at 16.26.52_d0434c16

Anggota Komunitas Mafia Taubat, kelompok diskusi mahasiswa Universitas Semarang, berpose bersama dalam kegiatan rutin mereka bertajuk "Ngobat (Ngopi Taubat)" di Moko Kopi, Semarang.

Bagikan:

SEMARANG (Harianterkini.id) – Komunitas Mafia Taubat, sebuah kelompok diskusi mahasiswa Universitas Semarang yang berfokus pada pengembangan diri dan spiritualitas anak muda, menggelar kegiatan rutin bertajuk “Ngobat (Ngopi Taubat)”.

Program ini diinisiasi di bawah bimbingan RR. B. Natalia Sari Pujiastuti, S.Psi., M.Si., dan hadir sebagai upaya menghadirkan alternatif positif bagi budaya nongkrong di kalangan generasi muda.

Kegiatan ini laksanakan setiap satu bulan sekali, tepatnya setiap Sabtu pukul 19.00 WIB, bertempat di Moko Kopi, Citarum, Semarang.

Baca Juga:  Tujuh Kejadian Temperan KA dalam Satu Bulan, KAI Daop 4 Semarang Serukan Kesadaran Kolektif untuk Keselamatan Bersama

Dengan format semi-formal, “Ngobat” menghadirkan suasana santai ala kafe yang dipadukan dengan pembelajaran agama dan diskusi sosial. Program ini menyasar peserta dari kalangan Gen Z dengan target 10–30 orang di setiap pertemuan.

Sejumlah anggota Komunitas Mafia Taubat dan peserta “Ngobat (Ngopi Taubat)” duduk lesehan beralaskan tikar sambil berdiskusi dalam suasana santai di Moko Kopi, Semarang.

 

Lahir dari fenomena meningkatnya budaya nongkrong sebagai gaya hidup, Mafia Taubat melihat bahwa kafe dapat menjadi ruang komunikasi yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai positif.

Selama dikemas secara santai dan relevan, ruang informal tersebut dianggap mampu menarik partisipasi anak muda dalam kegiatan yang lebih bermakna.

Baca Juga:  Tim Peneliti Universitas Semarang Sampaikan Penyamaan dan Validasi Data Riset

“Bagus, dengan komunitas ini kita bisa kumpul, menambah relasi dan juga menambah ilmu,” ungkap Agung, salah satu peserta “Ngobat”, di Semarang, Sabtu (15/11) lalu.

Setiap sesi “Ngobat” terdiri dari tiga bagian, yaitu berbagi pengalaman, penyampaian materi keagamaan dari kitab, serta diskusi interaktif.

Format ini dirancang agar peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif berdialog dan membagikan pengalaman pribadi.

Mafia Taubat berharap program ini dapat membentuk komunitas positif yang konsisten dalam belajar, meningkatkan minat anak muda terhadap kajian keagamaan, serta menciptakan budaya nongkrong yang lebih produktif dan bernilai.

Baca Juga:  Inkubator Bisnis Universitas Semarang Sukses Gelar Arto Moro EduTalks

Melalui kolaborasi dengan pihak kafe, kegiatan ini dapat diselenggarakan tanpa biaya khusus, sehingga peserta cukup berkontribusi ringan untuk konsumsi.

Komunitas Mafia Taubat meyakini bahwa perubahan besar berawal dari langkah kecil. Melalui kajian santai di kafe, mereka ingin menunjukkan bahwa waktu luang dapat dimanfaatkan sebagai momen untuk meningkatkan kualitas spiritual dan sosial generasi muda.***