Heboh Isu Harimau Dijual, Pemkot Semarang Telusuri Mekanisme Pertukaran Satwa

2657966857
Bagikan:

SEMARANG (Harianterkini.id) – Isu dugaan penjualan harimau di Semarang Zoo yang viral di media sosial langsung direspons cepat oleh Pemerintah Kota Semarang. Pemkot memastikan tidak tinggal diam dan telah menurunkan tim untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan pihaknya tengah melakukan pengecekan langsung ke lapangan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya transaksi jual beli satwa dilindungi.

Ia menyebut telah meminta Asisten II Setda Kota Semarang untuk memastikan kondisi sebenarnya.

“Kami sudah turun tangan. Saya minta Asisten II mengecek langsung, apakah benar ada penjualan atau sebenarnya hanya pertukaran satwa,” ujar Agustina saat ditemui di Balai Kota Semarang, belum lama ini.

Baca Juga:  Tiga Hari Masa Liburan Nataru, 79 ribu Penumpang Tiba di Daop 4 Semarang

Agustina menekankan Pemkot akan membuka hasil penelusuran secara transparan kepada publik. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari informasi yang beredar di media sosial.

“Isu di medsos masih simpang siur. Bisa jadi itu bentuk kerja sama antar kebun binatang melalui mekanisme tukar satwa. Karena itu kami pastikan dulu faktanya,” katanya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, menyampaikan bahwa proses investigasi masih berjalan.

Baca Juga:  Sambut Bulan Rumadhan, Hotel Aruss Semarang Tawarkan Buka Bersama dengan Nuansa Turki

Saat ini, pihaknya sedang mencermati dokumen administrasi yang diserahkan manajemen Kebun Binatang Mangkang atau Semarang Zoo.

“Kami masih mendalami. Dokumen yang kami terima sementara menunjukkan adanya pertukaran satwa dengan kebun binatang lain,” ungkap Hernowo.

Ia menjelaskan, mekanisme pertukaran tersebut telah mengantongi izin resmi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Meski belum merinci seluruh jenis satwa yang terlibat, Hernowo menegaskan nilai satwa yang dipertukarkan dinilai setara.

Baca Juga:  Pertamina Catat Konsumsi Gasoline Naik Enam Persen di Riau

“Contohnya, harimau ditukar dengan kapibara atau jenis satwa lain yang sebelumnya belum dimiliki Semarang Zoo,” jelasnya.

Saat ini, jumlah harimau di Semarang Zoo tercatat tinggal empat ekor. Pemkot Semarang memastikan hasil investigasi akan segera diumumkan secara terbuka untuk menjawab keresahan publik.

“Penelusuran ini dilakukan untuk memastikan bahwa berkurangnya jumlah harimau memang karena pertukaran satwa yang sah. Tercatat kerja sama dilakukan dengan Kebun Binatang Ragunan, Jember Mini Zoo, serta Lalu Rahmat Zoo and Park di Sumatra Utara,” pungkas Hernowo.***