Mahasiswa Pariwisata Universitas Semarang Gelar Pagelaran Budaya Culture Fest 2025

InShot_20251227_144718852
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Mahasiswa Prodi Pariwisata Universitas Semarang (USM) Menyelenggarakan Pagelaran Budaya Culture Fest 2025 dengan tema ”Mengangkat Kearifan Lokal, Meneguhkan Pariwisata” di Auditorium Ir. Widjatmoko USM Jl Soekarno-Hatta, pada 23 Desember 2025.

Ketua Pelaksana 2 Culture Fest 2025, Riza Dewi Nurfitriani mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sebagai media promosi Program Studi Pariwisata Universitas Semarang kepada masyarakat luas.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 23 Desember 2025 itu diikuti Mahasiswa Prodi Pariwisata Universitas Semarang (USM).

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Apresiasi Festival Cheng Ho Yang Berlangsung Lebih Meriah

Culture Fest 2025 merupakan kegiatan akademik yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Semarang sebagai bagian dari pemenuhan tugas akhir perkuliahan.

”Melalui kegiatan ini, mahasiswa dituntut untuk mampu merancang, mengelola, dan mempromosikan sebuah event pariwisata berbasis budaya secara profesional,” katanya.

Dia menambahkan, beragam pertunjukan seni budaya Jawa ditampilkan dalam Culture Fest, di antaranya Tari Jathilan, Tari Sri Golek Penganti, Karawitan dan Panembrama, serta pementasan Ketoprak dengan lakon ”Rara Mendut”.

Rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan kekayaan seni tradisi Jawa yang sarat akan nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal.

Baca Juga:  Gelar Musker Orma USM, Simak Pesan Rektor Menghadapi Era Society 5.0

”Tujuan kegiatan ini untuk melestarikan budaya. Selain itu juga sebagai sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa, selain itu juga sebagai wadah promosi Prodi Pariwisata,” jelasnya.

“Culture Fest menjadi wadah bagi kami untuk mengaplikasikan ilmu pariwisata secara langsung, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jawa kepada masyarakat dan generasi muda, serta memperkenalkan Prodi Pariwisata secara lebih luas,” imbuhnya.

Dosen pembimbing kegiatan, Heri Purnomo menuturkan, Culture Fest merupakan bentuk integrasi antara akademik dan praktik lapangan.

Baca Juga:  Meriahkan Tahun Baru Imlek, Hotel Ciputra Semarang Sukses Gelar Chinese New Year Buffett Dinner

”Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami bagaimana budaya lokal dapat dikemas menjadi daya tarik pariwisata yang bernilai dan berkelanjutan,” ucapnya.

“Selain itu sebagai salah satu upaya mempertahankan kebudayaan yang ada saat ini dengan belajar bermain karawitan, tari serta bermain seni peran dalam pertunjukan ketoprak,” jelasnya.

Dia berharap, melalui Culture Fest, tercipta sinergi antara dunia akademik, seni budaya, dan pariwisata dalam upaya menjaga kelestarian budaya Jawa serta meneguhkan pariwisata nusantara yang berkelanjutan.***(bgy)