Indosat Perkuat Edukasi Lingkungan Kampus Melalui Program JagaRaya PilahBox

IMG-20251229-WA0001
Bagikan:

SEMARANG (Harianterkini.id) — Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bekerja sama dengan Politeknik Negeri Semarang (POLINES) menggelar kampanye lingkungan bertajuk JagaRaya PilahBox, Senin (29/12).

Program ini mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk memilah sampah plastik dengan menukarkan botol bekas menjadi pulsa seluler.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Indosat pada pilar lingkungan tersebut diikuti sekitar 100 peserta.

Peserta diajak mengumpulkan botol plastik di area kampus sekaligus mencoba langsung mesin PilahBox, perangkat berbasis Internet of Things (IoT) milik Indosat yang mampu mengenali dan menghitung botol plastik secara otomatis.

EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro, mengatakan kolaborasi dengan POLINES menjadi langkah awal memperluas gerakan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan, khususnya di kalangan generasi muda.

Baca Juga:  Kakanwil Dorong Pejabat Imigrasi Baru Jateng Bekerja Profesional dan Berintegritas

“Melalui mekanisme konversi botol plastik menjadi pulsa, kami ingin mendorong masyarakat melakukan aksi sederhana yang berdampak nyata bagi lingkungan,” ujarnya.

Untuk berpartisipasi, pengguna cukup membawa botol plastik dan memiliki nomor Indosat (IM3 atau Tri) yang aktif. Setelah melakukan verifikasi nomor melalui One-Time Password (OTP), botol plastik dimasukkan ke mesin untuk dikonversi menjadi poin.

Setiap botol plastik bernilai 50 poin, dengan batas minimal penukaran 1.000 poin. Pada penukaran pertama, peserta langsung memperoleh bonus 1.000 poin sebagai bentuk apresiasi. Poin tersebut dapat ditukarkan menjadi pulsa melalui QR Code yang tersedia di mesin.

Baca Juga:  Mbak Ita Apresiasi Kekompakan Warga Mijen dalam Gebyar Pawai PKK

Fahd menambahkan, keterlibatan mahasiswa menjadi kunci keberhasilan program lingkungan jangka panjang.

Selain memberikan manfaat langsung, program ini juga memperkuat kolaborasi antara industri dan institusi pendidikan dalam aspek edukasi dan dampak sosial.

Botol plastik yang terkumpul melalui PilahBox selanjutnya dikelola oleh Bank Sampah POLINES sebagai mitra pengelola sampah kampus.

Sampah tersebut didaur ulang menjadi produk kerajinan tangan bernilai ekonomi yang mendukung pemberdayaan UMKM lokal.

Direktur POLINES, Dr. Garup Lambang Goro, S.T., M.T., mengapresiasi inisiatif Indosat yang dinilai sejalan dengan pengembangan pendidikan berbasis teknologi dan keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga:  Ferry Wawan Cahyono Apresiasi Langkah Bupati Amalia dalam Penguatan BUMDes di Banjarnegera

“Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam pengelolaan sampah modern yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” katanya.

Sejak diluncurkan pada 2022, mesin JagaRaya PilahBox telah ditempatkan di sejumlah kota, antara lain Bogor, Semarang, Medan, Makassar, dan Mataram. Hingga 2025, program ini telah mengumpulkan sekitar 113.000 botol plastik atau setara dua ton sampah, dengan partisipasi hampir 2.000 orang.

Indosat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan solusi berkelanjutan bagi pelestarian lingkungan di Indonesia.***