Banjir di Perumahan Taman Marina Berulang, DPRD Pemprov Cari Solusi Akses Warga Semarang

InShot_20260116_182647937
Bagikan:

Ket.foto : Anggota DPRD Saat Memantau Kondisi Banjir di Perumahan Taman Marina Kota Semarang

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Warga Perumahan Taman Marina Semarang, RW IX Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat, kembali menghadapi persoalan banjir yang tak kunjung usai.

Terlebih lagi beberapa minggu terakhir ini intensitas hujan di Kota Semarang sangat tinggi.

Diketahui bahwa, terkait dengan hal diatas, Perumahan Taman Marina yang terletak  di pesisir Kota Semarang setiap tahun selalu mengalami genangan air, bahkan banjir dan rob, yang semakin parah, serta berdampak langsung pada aktivitas warga.

Kondisi banjir di Taman Marina ini telah berulang sejak lama dan menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk DPRD.

Memasuki awal 2026, warga Perumahan Taman Marina tampak pasrah dengan keadaan tersebut.

Meski laporan tentang banjir di Semarang ini sudah berulang kali disampaikan oleh warga, namun respons pemerintah terkait dinilai belum optimal.

Baca Juga:  Bocorkan Rahasia Negara, Mahfud MD Minta Polisi Periksa Denny Indrayana

Sejak perumahan dibangun pada 1994, warga Perumahan Taman Marina mulai merasakan dampak genangan.

Bahkan sejak 2007, Banjir dan rob tetap terjadi meski tidak pada musim hujan.

Selama 18 tahun terakhir, warga Perumahan Taman Marina hidup berdampingan dengan banjir tanpa solusi menyeluruh dari pemerintah terkait.

Keprihatinan semakin terasa karena sebagian besar warga Taman Marina yang ber-KTP Semarang mengaku belum sepenuhnya memperoleh hak dasar sebagai warga kota, yakni mitigasi banjir.

Persoalan status tanah yang masih SHGB disebut menjadi salah satu kendala penanganan banjir.

Namun demikian, warga Perumahan Taman Marina menilai bahwa hak dasar sebagai warga Semarang tetap harus diperjuangkan melalui jalur kebijakan dan dukungan.

Ketua RW IX, Kelurahan Tawangsari, Semarang Barat, Budi Winarno Kepada Wartawan menyampaikan keluhan langsung terkait kondisi banjir di Perumahan Taman Marina Semarang.

Baca Juga:  Luar Biasa, Konsisten Rawat Kota Pusaka, Kota Semarang Raih JKPI Award

“Kami memohon bantuan fasilitas umum terkait akses aktivitas warga akibat musibah banjir yang terjadi tiap saat meski tidak hujan,” ujarnya, Jum’at, 16 Januari 2026.

Ia menambahkan, dirinya menghuni Perumahan Taman Marina sejak 1998 dan mulai merasakan banjir parah sejak 2007 hingga sekarang.

“Awalnya tidak banjir, tetapi setelah ada perbaikan jalan di samping kawasan perumahan, air mulai masuk ke Perumahan Taman Marina,” jelasnya.

Budi juga mengungkapkan bahwa warga Taman Marina kesulitan mengajukan surat dan usulan ke perangkat setempat.

“Kami sudah berkali-kali mengusulkan, tetapi belum mendapat solusi dan bantuan. Warga berharap minimal ada pembangunan peninggian jalan agar akses di Taman Marina kembali normal,” ungkapnya.

Ia mengenang pada tahun 2018 dan 2019, banjir di Perumahan Taman Marina pernah mencapai setinggi pinggang orang dewasa.

“Syukur hari ini kami mendapat bantuan pompa Gordon 12 inci berkekuatan 250 liter per detik dari Dinas PUPR Jateng. Atas petunjuk Pak Farchan anggota DPRD Jateng, estimasi lima jam air bisa surut,” katanya.

Baca Juga:  Kejaksaan Agung Tangkap Terdakwa DPO Terkait Dana Hibah Pemprov Papua Barat

Sementara itu, Anggota DPRD Komisi C Kota Semarang, Irwan Leokita, saat kunjungan ke Taman Marina bersama anggota Komisi B DPRD Jateng, Mohammad Farchan, menyampaikan bahwa persoalan banjir di Perumahan Taman Marina masih berkaitan dengan status tanah dan kebijakan lintas instansi.

“Namun kami di DPRD akan mencoba memberikan solusi minimal melalui kebijakan Pemprov Jateng,” ujarnya.

Irwan berharap koordinasi antara DPRD, pemerintah provinsi, dan pemerintah Kota Semarang dapat menghasilkan solusi konkret.

“Semoga usulan warga Taman Marina, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat, dapat meringankan beban dan mengembalikan hak dasar warga, terutama akses jalan umum yang selama ini terdampak banjir,” pungkasnya.***