Wali Kota Semarang Berikan Apresiasi Kepada Warga Mangunsari yang Kelola Bank Sampah Dengan Baik

InShot_20260123_230302953
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti memberikan apresiasi tinggi terhadap pola pengelolaan sampah di Bank Sampah Alamanda, RW 01, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Dalam kegiatan “Temu Warga Lokal” yang digelar pada Jum’at, 23 Januari 2026, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu melihat langsung bagaimana sistem pemberdayaan masyarakat mampu mengubah beban sampah menjadi tabungan bernilai ekonomis yang memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Saya sangat bangga melihat konsistensi warga di RW 01 Mangunsari ini. Mereka tidak lagi membuang sampah secara sembarangan, melainkan sudah memilahnya sejak dari rumah. Ini adalah contoh konkret masyarakat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungannya,” kata Agustina.

Baca Juga:  Iftar Picnic Grand Candi Hotel Semarang, Jelajah Citarasa Dunia

Agustina membeberkan jika Bank Sampah Alamanda menerapkan pemilahan sampah berjenjang, mulai dari tingkat rumah tangga, kemudian dikumpulkan di unit RT, hingga pengolahan lanjutan di tingkat bank sampah.

Di sana, sampah anorganik dipilah kembali berdasarkan jenis dan nilai ekonomisnya, lalu dikonversi menjadi saldo tabungan warga yang dapat dicairkan pada periode tertentu.

“Di sini, sampah plastik dan kertas dipilah sesuai jenis dan nilai ekonomisnya untuk dijual ke pengepul. Hasilnya tidak langsung habis, tapi dijadikan tabungan warga yang baru dibagikan saat akhir tahun atau menjelang Lebaran. Ini pola yang luar biasa karena membantu ekonomi keluarga sekaligus mengurangi beban TPA kita,” jelasnya.

Baca Juga:  Unit Kegiatan Mahasiswa Akan Gelar Kompetisi Panahan USM Cup I 2025

Keberhasilan Bank Sampah Alamanda yang secara konsisten menyabet predikat Juara I Lomba Proklim Tingkat Kota Semarang tahun 2024 hingga puncaknya meraih Penghargaan Proklim 2025 Kategori Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup, menurut Wali Kota, menjadi bukti bahwa konsistensi, gotong royong, dan kepemimpinan warga dapat melahirkan sistem pengelolaan sampah yang kuat.

Agustina berharap model ini tidak berhenti di Mangunsari saja, melainkan menjadi prototipe bagi ribuan RW lainnya di Semarang.

Baca Juga:  Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Dua Remaja yang Hilang di Sungai Gung Tegal

Inovasi ini dianggap sebagai solusi paling efektif untuk menekan volume sampah kota dari hulu.

“Harapan saya, apa yang sudah dilakukan oleh Ibu Tri Kayati, Ketua Bank Sampah Alamanda dan warga di sini bisa direplikasi di wilayah lain. Tidak harus sama persis, tetapi semangatnya, pilah dari rumah, tertib, dan dikelola bersama,” ungkapnya.

“Pemkot Semarang akan terus mendampingi agar ekosistem bank sampah makin merata dan berdaya. Jika semua wilayah mampu mandiri mengelola sampah, saya yakin persoalan lingkungan di Kota Semarang akan tuntas secara berkelanjutan,” katanya.***