Basarnas Temukan Dua Korban Longsor Gunung Slamet di Pemalang dalam Kondisi Meninggal Dunia

InShot_20260131_210837763
Bagikan:

PEMALANG, (Harianterkini.id) – Bencana tanah longsor terjadi di wilayah Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Minggu pagi, 25 Januari 2026, sekitar pukul 06.00 WIB. Longsor yang berasal dari lereng Gunung Slamet tepatnya di kawasan Perhutani tersebut mengakibatkan dua orang petani setempat tertimbun material longsoran.

Dua korban yang dilaporkan tertimbun yakni Aksinudin (40) dan Hamim (60). Keduanya diketahui sedang beraktivitas di area tersebut saat longsor terjadi.

Mendapatkan laporan kejadian, Basarnas Kantor SAR Semarang melalui Unit Siaga SAR Pemalang segera memberangkatkan satu tim menuju lokasi untuk bergabung dengan tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur terkait guna melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Baca Juga:  Binus Semarang Borong Penghargaan Duta Bahasa Jawa Tengah Tahun 2025

Pada hari pertama pencarian, upaya tim SAR gabungan belum membuahkan hasil. Namun pada hari kedua pencarian, Senin, 26 Januari 2026, tim berhasil menemukan korban pertama atas nama Aksinudin.

“Korban pertama atas nama Aksinudin ditemukan tim pada pukul 08.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia (MD) dan langsung dibawa ke rumah duka. Masih ada satu korban lagi atas nama Pak Hamim yang terus dicari oleh tim,” ungkap Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono.

Budiono menjelaskan, proses pencarian dihadapkan pada berbagai kendala di lapangan.

Baca Juga:  Hijaukan Hutan di Proyek PLTA Upper Cisokan, PLN Tanam Pohon bersama Perhutani dan Masyarakat

Cuaca yang tidak menentu, hujan yang kerap turun, medan licin, kabut tebal, serta suhu dingin menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR. Selain itu, risiko terjadinya longsor susulan juga menjadi perhatian utama selama operasi berlangsung.

“Tim terus berjibaku berpacu dengan waktu, di tengah kondisi alam yang cukup ekstrem dan kekhawatiran akan longsor susulan,” jelasnya.

Setelah enam hari pencarian intensif, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban terakhir atas nama Hamim pada Jum’at, 30 Januari 2026 siang.

Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, tertimbun material longsoran di lereng bukit lokasi kejadian.

Baca Juga:  UNDIP Hadirkan Menteri AHY Bahas Penataan Ruang dan Infrastruktur Adaptif di Era Krisis Iklim dan Bencana

“Korban terakhir atas nama Hamim ditemukan pada Jumat siang pukul 12.50 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka,” imbuh Budiono.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi dihentikan.

“Dengan ditemukannya seluruh korban, maka seluruh proses operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup pada hari ini pukul 14.00 WIB. Terima kasih atas seluruh usaha dan kerja keras tim SAR gabungan sehingga para korban berhasil ditemukan,” tutup Budiono.***

Sumber Berita : Humas Basarnas Semarang