Sam Poo Kong Jadi Pusat Perayaan Imlek 2577, Semarang Tunjukkan Wajah Harmoni

InShot_20260218_204532104
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Perayaan Imlek 2577 Kongzili atau Imlek Vaganza 2026 di Klenteng Agung Sam Poo Kong berlangsung meriah, pada Senin, 16 Februari 2026 malam.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa perayaan Imlek menjadi simbol kuat harmoni dan keberagaman di Kota Semarang.

Dalam sambutannya, Agustina menyampaikan bahwa Sam Poo Kong yang telah berdiri lebih dari 600 tahun menjadi salah satu ikon sejarah sekaligus pusat kebudayaan dan pariwisata di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

“Sam Poo Kong adalah kekayaan Kota Semarang. Banyak festival digelar di sini dan semuanya menjadi daya tarik wisata, bahkan hingga mancanegara,” kata Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.

Baca Juga:  Sebagai Ajang Promosi Potensi Daerah, Pemkab Sukoharjo Gelar Pameran Sukoharjo Expo 2025

Ia juga mengungkapkan bahwa tahun depan Kota Semarang direncanakan menjadi tuan rumah perayaan Imlek Nasional. Untuk itu, seluruh elemen masyarakat diminta bersiap dan meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk pelaku UMKM.

Pada gelaran Imlek Vaganza tahun ini, sebanyak 250 pedagang UMKM dilibatkan. Agustina menyebut perputaran ekonomi selama acara berlangsung sangat terasa, ini terlihat dari antusiasme pengunjung dan dagangan yang laris terjual.

Baca Juga:  Pupuk Bersubsidi Hanya Bisa Ditebus Di Kios Resmi

“Tradisi tetap hidup, ekonomi rakyat juga bergerak. Ini yang kita harapkan,” jelasnya.

Menurutnya, perayaan Imlek tidak hanya menjadi milik warga Tionghoa, melainkan pesta rakyat yang mempererat persaudaraan lintas etnis dan agama.

Tema “Harmoni Nusantara” dinilai relevan karena perayaan Imlek tahun ini berdekatan dengan tradisi Dugderan menjelang Ramadan serta masa awal Pra Paskah bagi umat Kristiani.

“Dalam satu waktu ada tiga momentum keagamaan berjalan bersamaan. Ini indah, karena Semarang adalah kota yang damai dan harmonis,” tegasnya.

Baca Juga:  Pengurus Perkumpulan Olahraga Tarian Baris Indonesia (POTBI) Kabupaten Pemalang Resmi Dilantik

Agustina juga menyinggung simbol Warak Ngendog yang menjadi ikon akulturasi budaya di Semarang. Warak Ngendog melambangkan perpaduan budaya Tionghoa, Jawa, dan Arab yang hidup berdampingan dan menghasilkan harmoni.

Di akhir sambutannya, Agustina mengajak seluruh masyarakat menjaga kondusivitas selama rangkaian perayaan berlangsung, mulai dari Imlek, Dugderan, hingga Ramadan.

“Atas nama Pemerintah Kota Semarang, kami mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577. Semoga keberkahan, kemakmuran, dan kedamaian menyertai langkah kita membangun Kota Semarang yang semakin hebat,” pungkasnya.***

Sumber : Humas Pemkot Semarang