Sarasehan Permendiktisaintek No 52/2025 dan RUU Sisdiknas di USM, Kepala LLDikti : “Sistem Pendidikan Harus Bertransformasi serta Berdampak”

InShot_20260306_224939130
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah memiliki pekerjaan rumah (pr) mengantarkan para dosen dengan jabatan fungsional Lektor ke Lektor Kepala sebanyak 1.133, Asisten Ahli (3.780) dan Lektor (6.762) dan Lektor Kepala ke Guru besar (256).

Hal itu diungkapkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., dalam Silaturahmi dan Sarasehan tentang Permendiktisaintek No 52/2025 dan RUU Sisdiknas pada 4 Maret 2026, di Ruang Tele conference, lantai 8 Menara Prof Dr Muladi SH, kampus Universitas Semarang, Jl Soekarno-Hatta, Tlogosari, Semarang.

Kegiatan silaturahmi dan sarasehan tersebut diselenggarakan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) Wilayah Jawa Tengah dengan menggandeng Yayasan Alumni Universitas Diponegoro sebagai tuan rumah kegiatan.

”Akreditasi untuk perguruan tinggi itu hanya ada 4 yaitu terakreditasi, tidak terakreditasi, terakreditasi unggul, dan terakreditasi internasional,” kata Prof Aisyah yang sekaligus sebagai narasumber kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Lakukan Pantauan Udara dan Terlihat Arus Mudik Berjalan Lancar

“Bentuk perguruan tinggi dengan persentase 80% universitas, dimana kita melahirkan mahasiswa dan harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan di dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja,” imbuhnya.

Kegiatan diikuti 90 peserta itu juga menghadirkan narasumber Ketua Umum ABP-PTSI Pusat Prof. Dr. Thomas Suyatno, Wakil Ketua Dewan Pakar ABP-PTSI Pusat Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, SIP., M.Si. Kegiatan dimoderatori Prof. Dr. Ir. Kesi Widjajanti, S.E., M.M.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Wakil Ketua Umum Bidang Perpajakan ABP-PTSI Dr. Lalu Rusmiady SH., MM., Ketua Pembina Yayasan Alumni Universitas Diponegoro Prof. Sudharto P. Hadi, M.ES., Ph.D., Ketua Pengurus Yayasan Alumni Universitas Diponegoro Prof. Dr. Ir. Kesi Widjajanti, S.E., M.M dan Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) Wilayah Jawa Tengah, Dr. Drs. H. Agus Aji Samekto, M.M.

Baca Juga:  Pendampingan Kelurahan Permudah RT Cairkan Bantuan Operasional Rp25 Juta di Kota Semarang

Hadir juga, Rektor USM Dr. Supari, S.T., M.T yang diwakili Wakil Rektor I Prof. Dr. Haslina dan Wakil Rektor III USM Dr. April Firman Dari, S.Kom., M.Kom., dan perwakilan dari sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah.

Menurut Prof Aisyah, akses sistem pendidikan di Indonesia harus bertransformasi dan harus berdampak. Berdasarkan peraturan pemerintah nomor 4 tahun 2014 tentang penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pengelolaan perguruan tinggi (pasal 36 – 40) yaitu PTS didirikan dari zaman keberlangsungannya oleh badan penyelenggara.

Badan penyelenggara menetapkan statuta sebagai aturan dasar formal organ PT, menjalankan pengelolaan negara, anggota penyelenggaraan dilarang mencampuri kebebasan akademik dan otonomi keilmuan.

”Di sini manajemen Perguruan Tinggi harus bisa mendorong untuk meningkatkan mutu berkelanjutan, melaksanakan otonomi Perguruan Tinggi, akuntabel dan berintegritas dalam segala kegiatan, mengikuti akreditasi, dan selalu melakukan evaluasi diri,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sido Muncul Angkat Pariwisata Labuan Bajo, Terima Penghargaan Khusus dari Pemkab Manggarai Barat!

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Universitas Diponegoro, Prof Kesi Widjajanti mengatakan, Universitas Semarang (USM) adalah kampus swastanya Undip. Dalam pengembangannya, USM didukung oleh para dosen ahli dari Undip.

USM memiliki 6 fakultas yang terdiri atas 16 program studi. Keenam fakultas itu adalah Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Psikologi, Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), dan Fakultas Teknik.

“Selain itu, USM juga memiliki Pascasarjana untuk Magister Hukum, Magister Psikologi, Magister Manajemen dan Program Doktor Ilmu Manajemen. Kami bersyukur, USM sudah terakreditasi Unggul dan sejumlah fakultas dan program studi juga sudah terakreditasi Unggul,” jelas Prof Kesi.***(bgy)