Langkah Nyata Mahasiswa Magang UPGRIS Bangun Budaya Sadar Bencana di SMPN 7 Semarang

WhatsApp Image 2026-04-13 at 16.43.37
Bagikan:

SEMARANG (Harianterkini.id) – Mahasiswa magang Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menyelenggarakan kegiatan edukasi dan simulasi Sekolah Aman Bencana di SMPN 7 Semarang, Kamis (2/4). Kegiatan berlangsung di aula sekolah dengan mengusung tema “Tanggap, Tangkas, Tangguh: Menghadapi Ancaman Gempa Bumi di Lingkungan Sekolah”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program magang kependidikan sekaligus rangkaian peringatan HUT ke-47 SMPN 7 Semarang. Edukasi menghadirkan pemateri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga:  Teknologi dan Kearifan Lokal Berpadu, Wonogiri Bangkit dari Lahan Tandus Jadi Sentra Pertanian Modern

Peserta terdiri dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Mereka mendapatkan materi mengenai mitigasi bencana gempa bumi, prosedur penyelamatan diri, serta pengenalan jalur evakuasi. Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi untuk melatih respons cepat saat terjadi bencana.

Program ini dilatarbelakangi kondisi geografis Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik. Wilayah ini memiliki potensi tinggi terhadap bencana gempa bumi sehingga kesiapsiagaan di lingkungan sekolah menjadi penting.

Baca Juga:  Sambut Nataru, Wali Kota Semarang Jamin Harga Kebutuhan Pokok Terkendali

Sekolah dinilai sebagai lokasi dengan konsentrasi aktivitas tinggi. Peserta didik menghabiskan sekitar 30 hingga 35 persen waktu harian di sekolah. Kondisi ini menuntut kesiapan yang matang untuk meminimalkan risiko saat terjadi bencana.

Selain risiko kerusakan fasilitas, bencana juga berpotensi menimbulkan dampak psikologis bagi peserta didik dan tenaga pendidik. Oleh karena itu, simulasi dilakukan untuk membangun kesiapan tindakan melalui praktik langsung, termasuk gerakan perlindungan diri.

Baca Juga:  Sembilan Tokoh Publik Raih Penghargaan Tokoh Prestasi Jawa Tengah 2024

Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 serta Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UPGRIS mendorong terbentuknya budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh serta menyebarkannya di lingkungan keluarga dan masyarakat.*