7 Mahasiswa FTIK USM Jadi Bagian Tim Pengembang Blockchain Internasional
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Tujuh mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) berhasil lolos seleksi dan bergabung dalam tim pengembang blockchain internasional melalui kegiatan Solana Startup Village 2026, yang berlangsung di Bogor pada 27 Maret hingga 1 April 2026.
Kegiatan ini digagas oleh Superteam Indonesia, komunitas developer, builder, dan kreator yang fokus membangun produk global di ekosistem blockchain Solana.
Sebanyak 60 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti program ini, terdiri atas 30 peserta jalur student dengan fasilitas akomodasi penuh dan 30 peserta jalur umum yang telah memiliki proyek profesional di ekosistem Solana.
Febrian Wahyu Christanto, S.Kom., M.Cs., Pembina USM Blockchain Campus Club (USMBCC), menjelaskan, lima mahasiswa FTIK USM lolos melalui jalur student. Mereka adalah Azmi Maulana F, Ajik Dewantoro, Dinda Bunga Alfareza, Muhammad Nur Irfan, dan Daniyal Faridudin Nayf. Dua mahasiswa lainnya, Destriani Rahayu dan Ikhwanul Husna, lolos melalui jalur umum.
Kegiatan selama lima hari itu menghadirkan materi dan workshop dari mentor berpengalaman, antara lain Steven Wijaya, Mario Nurcahyanto, Dean Little, Shafi Karim, dan Notorious D.E.V.
Salah satu agenda utama adalah Ideathon, kompetisi intensif untuk menciptakan ide inovatif, purwarupa, atau proyek Web3 di ekosistem Solana.
“Dalam Ideathon, peserta dibagi ke dalam tim kecil beranggotakan empat orang yang dipilih secara acak dari jalur student dan umum. Kompetisi dibagi ke dalam tiga kategori: Real World Asset (RWA), DeFi, dan Customer Apps,” ujar Febrian.
Menurutnya, kategori RWA berfokus pada proyek blockchain yang meningkatkan likuiditas, transparansi, dan aksesibilitas investasi aset bernilai tinggi, termasuk tokenisasi aset fisik menjadi digital.
Sedangkan DeFi menghadirkan layanan keuangan berbasis blockchain tanpa perantara tradisional seperti bank, memungkinkan akses pinjaman, trading, dan investasi secara langsung melalui wallet kripto dan smart contract otomatis.
Event ini ditutup dengan Demo Day, di mana juri dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menilai proyek peserta. Beberapa mahasiswa FTIK USM berhasil meraih juara serta insentif untuk pengembangan proyek :
- Ikhwanul Husna (proyek Warung Agent) – Juara 1 kategori Customer Apps, insentif $600
- Azmi Maulana F (proyek Nusa Harvest) – Juara 1 kategori RWA, insentif $600
- Muhammad Nur Irfan & Daniyal Faridudin Nayf (proyek Petak) – Juara 2 kategori RWA, insentif $400
- Destriani Rahayu (proyek StableX) – Juara 1 kategori DeFi, insentif $600
Prestasi ini menegaskan peran aktif mahasiswa USM dalam pengembangan teknologi blockchain berskala internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi global di sektor Web3.***(bgy)
