Momentum Hari Kartini, Pemerintah Kota Semarang Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan

InShot_20260424_203556515
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai agen perubahan dalam pembangunan kota. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka talkshow peringatan Hari Kartini di lingkungan Balaikota Semarang, Selasa, 21 April 2026, usai memimpin upacara.

Kegiatan bertema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi. Perempuan Berdaya, Semarang Semakin Hebat” ini dihadiri berbagai organisasi perempuan, seperti GOW dan PKK, serta jajaran kepala perangkat daerah.

Momentum tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas perempuan dalam mendukung pembangunan kota.

Dalam sambutannya, Agustina menekankan bahwa keberanian perempuan dalam menyampaikan gagasan dan mengambil keputusan merupakan kunci utama terciptanya perubahan.

Baca Juga:  Diduga Menerima Bisikan, Pemuda Asal Jepara Nekat Terjun Ke Sumur dan Berhasil Diselamatkan Tim SAR Gabungan 

“Pertanyaannya sekarang, wahai perempuan Kota Semarang, bisa tidak kita menjadi agen perubahan? Kalau bisa, maka kita harus selesai dengan diri kita sendiri dulu,” kata Agustina.

Ia juga membagikan pengalaman pribadinya saat memutuskan maju sebagai Wali Kota Semarang.

Menurutnya, keyakinan dalam mengambil keputusan menjadi faktor penting yang mampu menggerakkan dukungan.

“Ketika saya memutuskan menerima, karena itu tugas dan saya harus menang, maka seluruh daya upaya dan lingkungan akan mendukung. Tapi kalau kita ragu, dukungan itu akan terbelah,” ujarnya.

Agustina menilai perempuan memiliki karakter kuat, seperti ketelitian, ketangguhan, dan kemampuan menyelesaikan pekerjaan secara optimal.

Namun, potensi tersebut perlu diiringi keberanian untuk bertindak secara total.

Baca Juga:  Mbak Ita Pimpin Apel Pergeseran Pasukan Tahap Pungut Dan Hitung Suara Pilkada 2024 Di Mapolrestabes Semarang

Selain itu, Pemerintah Kota Semarang disebutnya terus berkomitmen menciptakan ruang yang aman dan setara bagi perempuan, termasuk dalam interaksi sosial sehari-hari di tengah meningkatnya sensitivitas terhadap isu komunikasi dan pelecehan.

Sebagai wujud nyata, Pemkot Semarang menghadirkan berbagai program pemberdayaan, salah satunya “Waras Ekonomi” yang difokuskan pada penguatan pelaku UMKM yang mayoritas dijalankan perempuan agar dapat naik kelas dan berkelanjutan.

“Selama ini banyak bantuan sifatnya insidental. Ke depan, kita dorong agar produk UMKM bisa masuk ke sistem bisnis yang berkelanjutan, sehingga benar-benar mandiri,” jelasnya.

Peran perempuan juga dinilai signifikan di sektor kesehatan, terutama melalui kontribusi kader posyandu sebagai penggerak di tingkat komunitas.

Baca Juga:  Tim PkM Unimar AMNI Berdayakan Masyarakat Pesisir Demak

Agustina menambahkan, peringatan Hari Kartini tahun ini dikemas lebih sederhana sebagai bagian dari efisiensi anggaran.

Meski demikian, penguatan peran perempuan tetap menjadi prioritas utama.

“Kesederhanaan ini tidak mengurangi peran perempuan sebagai penggerak pembangunan. Justru kita fokus pada dampak nyata yang bisa dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Melalui momentum ini, ia berharap perempuan di Semarang semakin percaya diri, berani menyampaikan gagasan, serta mengambil peran strategis di berbagai lini kehidupan.

“Semua perempuan bisa menjadi Kartini masa kini. Dimulai dari berani berbicara, menyampaikan apa yang dirasakan, dan mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing,” pungkasnya.***