Tim SAR Cari Dua Remaja yang Diduga Tenggelam di Sungai Laes Pemalang

InShot_20260524_230649812
Bagikan:

PEMALANG, (Harianterkini.id) – Dua remaja anggota Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Pemalang diduga tenggelam saat menjalani latihan mandiri di Sungai Laes, Kabupaten Pemalang, Sabtu, 23 Mei 2026, sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Kedua remaja tersebut diketahui bernama Alfi (16) dan Alif (16), warga Desa Saradan, Dusun Kesapen, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang.

Peristiwa itu bermula saat keduanya tidak kunjung pulang hingga malam hari sehingga membuat keluarga merasa khawatir.

Pada Minggu pagi, pihak keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi latihan.

Baca Juga:  Puncak Peringatan Hari Guru Nasional, Wali Kota Semarang Tegaskan Guru Sebagai Pertahanan Masa Depan Generasi Bangsa

Dalam pencarian tersebut, keluarga menemukan sepeda motor milik korban di dekat area sungai kawasan Benowo Park.

Selain itu, dayung milik korban juga ditemukan di Bendungan Sungapan yang berada tidak jauh dari lokasi latihan.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono mengatakan pihaknya menerima laporan dugaan tenggelamnya dua remaja tersebut pada Minggu sore dan langsung mengirimkan tim SAR untuk melakukan pencarian.

“Minggu sore ini kami menerima informasi adanya remaja yang diduga tenggelam di Sungai Laes, Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Pemalang, saat berlatih dayung,” kata Budiono.

Baca Juga:  Cegah Inflasi 2023, Ini 5 Langkah Strategi Pemerintah dan Bank Indonesia

“Mereka berlatih dalam situasi debit sungai meningkat dan arus cukup deras akibat hujan di wilayah hulu sungai,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, dugaan sementara perahu kayak yang digunakan korban terbalik akibat derasnya arus sungai sehingga keduanya tercebur dan terseret arus.

“Diduga perahu kayak yang dipakai untuk berlatih terbalik dan mereka tercebur ke sungai lalu terseret arus hingga tenggelam dan hilang,” jelasnya.

Tim SAR gabungan bersama unsur relawan dan warga setempat kemudian melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Kronologi Engkong Remas Kemaluan Bocah 12 Tahun Hingga Tewas

Namun, proses pencarian terkendala kondisi gelap dan minimnya pencahayaan di lokasi kejadian.

Hingga Minggu malam, kedua korban belum ditemukan. Operasi pencarian sementara dihentikan dan akan dilanjutkan kembali pada Senin, 25 Mei 2026.

“Malam ini pencarian kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan besok dengan rencana penyisiran dari lokasi awal korban terlihat berlatih hingga area bendungan,” ujarnya.

Selain itu, akan dilakukan penyelaman di sekitar lokasi dan penyisiran dari bendungan ke arah utara. Semoga kedua survivor segera ditemukan,” pungkas Budiono.***