Semarang Tunjukkan Wajah Toleransi, Wali Kota Semarang Sambut Rombongan Biksu Thudong di Masjid Al Falah Genuk

InShot_20260525_231306687
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Suasana penuh kehangatan dan nilai kebersamaan mewarnai pelataran Masjid Al Falah Kaligawe, Kecamatan Genuk, pada Minggu, 24 Mei 2026, saat rombongan biksu Thudong lintas negara tiba dalam rangka perjalanan spiritual bertajuk Walk for Peace.

Kedatangan rombongan peziarah tersebut disambut langsung oleh Wali Kota Agustina Wilujeng.

Penyambutan di rumah ibadah umat Islam ini menjadi simbol kuat kehidupan toleransi yang tumbuh di Semarang, di mana perbedaan keyakinan dipandang sebagai ruang perjumpaan, bukan sekat pemisah.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Minta Perwira TNI-Polri Siapkan Diri Hadapi Ancaman Perkembangan Teknologi

Dalam sambutannya, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan apresiasi atas perjalanan damai yang dilakukan para biksu.

Ia menilai kehadiran mereka membawa pesan moral yang sejalan dengan upaya penguatan harmoni sosial di kota tersebut.

“Saya ingin menyambut langsung dan merasakan energi kedamaian dari perjalanan ini. Kehadiran rombongan ini menjadi penguat semangat gerakan Semarang Damai yang terus kami dorong,” ujar Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.

Baca Juga:  Pemkot Pekalongan Gelar Pekan Bantik Nusantara 2024 Untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Menurutnya, nilai-nilai perdamaian yang dibawa para biksu memiliki keselarasan dengan karakter masyarakat Semarang yang menjunjung tinggi keberagaman.

Ia menyebut filosofi lokal seperti Warak Ngendog menjadi representasi nyata perpaduan budaya dan keyakinan yang hidup berdampingan.

Tradisi budaya seperti Dugderan hingga pawai Ogoh-Ogoh disebut tetap berjalan harmonis dengan dukungan seluruh elemen masyarakat tanpa sekat agama.

Hal ini, kata dia, memperlihatkan bahwa semangat toleransi telah menjadi bagian dari identitas kota.

Baca Juga:  Novotel Semarang Hadirkan “Pop Up Bar”, Sajikan Nonton Bola dengan Sentuhan Mixology

Penguatan nilai kerukunan juga tidak lepas dari peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang aktif menjaga komunikasi lintas iman hingga tingkat kecamatan.

Pemerintah Kota Semarang, lanjutnya, berkomitmen menjaga ruang sosial yang inklusif di tengah dinamika kota metropolitan.

Sebelum melepas keberangkatan rombongan untuk melanjutkan perjalanan menuju perayaan Waisak, Wali Kota turut menyampaikan doa keselamatan bagi para biksu.

“Kami antarkan dengan doa terbaik, semoga selalu sehat, selamat sampai tujuan, dan terus membawa pesan kedamaian,” pungkasnya.***