PLN UIP JBT Raih Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026

WhatsApp Image 2026-05-29 at 18.13.50
Bagikan:

JAKARTA (Harianterkini.id) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) kembali menorehkan prestasi dalam bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan meraih dua penghargaan bergengsi pada ajang TOP CSR Awards 2026.

Dalam ajang yang mengusung tema “Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development” tersebut, PLN UIP JBT berhasil meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 #Corporate Level – Star 4 untuk kategori Corporate Level.

Selain itu, General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, juga memperoleh penghargaan sebagai TOP Leader on CSR Commitment 2026 atas komitmen dan kepemimpinannya dalam mendorong implementasi program TJSL yang berkelanjutan dan berdampak langsung kepada masyarakat.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan program TJSL PLN UIP JBT melalui Program Desa Berdaya Tunggul Pandean di Desa Tunggul Pandean, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Program ini berfokus pada pengelolaan limbah rumah tangga terpadu berbasis pemberdayaan masyarakat guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Baca Juga:  Groundbreaking Tentrem Racquet Club, Irwan Hidayat Bakal Hadirkan Lapangan Tenis Kelas Dunia

General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi PLN UIP JBT untuk terus menghadirkan program TJSL yang tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga mampu menciptakan nilai bersama (creating shared value) antara perusahaan dan masyarakat.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen PLN UIP JBT dalam menjalankan program TJSL yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat. Kami percaya bahwa kehadiran PLN tidak hanya menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat sekitar,” ujar Kishartanto.

Program Desa Berdaya Tunggul Pandean lahir dari persoalan pengelolaan sampah rumah tangga di desa tersebut.

Sebelum program berjalan, masyarakat masih membuang sampah di jalan, sungai, maupun membakar sampah di pekarangan rumah akibat keterbatasan akses menuju Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kabupaten Jepara yang berjarak sekitar 50 kilometer dari desa.

Baca Juga:  Ferry Wawan Cahyono Resmi Dilantik sebagai Anggota DPRD Jateng, Siap Perjuangkan Kepentingan Rakyat

Melalui proses social mapping bersama mitra pendamping dan akademisi, PLN UIP JBT kemudian menggagas pembangunan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) yang dilengkapi bank sampah dan penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Program ini juga mencakup edukasi perubahan perilaku masyarakat, pelatihan pengelolaan usaha, serta pengembangan ekonomi berbasis pengolahan sampah.

Ainanto Nindyo, Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 4, menjelaskan bahwa pendekatan program dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga operasional.

“Program ini dirancang bersama masyarakat melalui musyawarah desa dan diskusi bersama pemerintah desa, RT/RW, tokoh masyarakat, serta BUMDes. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, muncul rasa memiliki sehingga keberlanjutan program dapat terjaga,” jelas Ainanto.

Sejak dijalankan pada periode 2023 hingga 2025, program tersebut menunjukkan dampak yang signifikan.

Baca Juga:  Perkuat Kemitraan Antara Polisi Dengan Masyarakat, Kapolrestabes Semarang Pimpin Apel Kamtibmas

Pengelolaan sampah organik mencapai sekitar 1,2 ton per bulan, sementara 350 hingga 400 kilogram sampah anorganik berhasil dimanfaatkan melalui proses daur ulang. Sebanyak 450 kepala keluarga kini aktif menjadi nasabah bank sampah desa.

Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, program ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui produksi pupuk kompos, budidaya maggot dari sampah organik, hingga kerajinan tangan berbahan daur ulang yang dikelola kelompok ibu-ibu PKK.

Pengelolaan sampah melalui BUMDes bahkan mampu menghasilkan tambahan pendapatan desa sekitar Rp700 ribu per bulan.

Keberhasilan program Desa Berdaya Tunggul Pandean juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Jepara dengan penghargaan sebagai desa mandiri dalam pengelolaan sampah.

Kishartanto menambahkan bahwa program TJSL PLN UIP JBT akan terus dikembangkan sejalan dengan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) serta mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.*