Di Hadapan 1.267 Wisudawan USM, Prof. Sudharto Ajak Lulusan Bentuk Masa Depan Sendiri

InShot_20260531_082140622
Bagikan:

Ket.foto: Prof. Sudharto P. Hadi, M.E.S., Ph.D.,

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip, Prof. Sudharto P. Hadi, M.E.S., Ph.D., mengingatkan para lulusan Universitas Semarang (USM) bahwa masa depan bukan sesuatu yang dapat diprediksi atau diramalkan, melainkan harus dibentuk melalui kerja keras, kompetensi, dan ketekunan.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Sudharto saat memberikan sambutan dalam Upacara Wisuda Ke-76 Universitas Semarang (USM) yang berlangsung di Auditorium Ir. Widjatmoko, Jalan Soekarno-Hatta, Tlogosari, Pedurungan, Kota Semarang, 20 Mei 2026.

Pada wisuda kali ini, USM mengukuhkan sebanyak 1.267 wisudawan yang berasal dari berbagai program studi jenjang diploma, sarjana, dan magister.

“Masa depan itu dibentuk oleh Anda, oleh kita. Jika bukan dari kita, maka akan dibentuk oleh orang lain,” ujar Prof. Sudharto yang akrab disapa Prof. Dharto.

Menurutnya, keberhasilan yang diraih para wisudawan saat ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar di dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga:  TPS Muktiharjo Kidul Semarang Kini Kembali Bersih

“Keberhasilan hari kemarin adalah awal perjuangan hari ini. Keberhasilan hari ini adalah awal perjuangan besok pagi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, para lulusan akan menghadapi ujian sesungguhnya di tengah masyarakat dan dunia kerja.

Kompetensi yang selama ini diperoleh di bangku kuliah akan diuji secara nyata oleh pengguna jasa maupun tempat mereka bekerja.

“Kinerja Anda nanti akan diuji di lapangan, oleh user, dan di tempat kerja. Ujian sesungguhnya adalah ketika Anda sudah terjun ke masyarakat. Mudah-mudahan seluruh lulusan USM mampu merepresentasikan kompetensi yang telah dimiliki,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sudharto juga menekankan pentingnya ketekunan sebagai kunci keberhasilan.

Dengan gaya khasnya, ia menyampaikan filosofi sederhana menggunakan bahasa Jawa.

“Kalau tekun akan mendapatkan ‘teken’, kalau sudah mendapatkan ‘teken’, maka akan ‘tekan’ atau tercapai. Teken yang dimaksud adalah ijazah, sebagai bukti sah bahwa Anda telah menyelesaikan pendidikan dan dinyatakan lulus,” ujarnya disambut antusias para wisudawan.

Baca Juga:  Teken MoU PSEL, Pemkot Semarang Dorong Solusi Sampah Berbasis Teknologi

LLDikti Ingatkan Tantangan Era Digital dan AI

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., mengingatkan para lulusan mengenai tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif di era digital.

Menurutnya, pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak selalu sebanding dengan jumlah lulusan perguruan tinggi yang terus bertambah setiap tahun.

“Lapangan pekerjaan tidak bertumbuh secara signifikan, tetapi lulusan selalu ada. Karena itu, para lulusan harus mampu meningkatkan kompetensi dan daya saingnya,” katanya.

Ia menilai perkembangan teknologi digital, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), telah membawa banyak kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi.

Baca Juga:  Tangani Banjir dan Belajar dari Air, Wali Kota Semarang Memiliki Strategi Baru "Membenahi Akan Permasalahan"

“Sekarang kita berada di era digital. Banyak pekerjaan dibantu oleh teknologi, termasuk artificial intelligence atau AI. Teknologi ini digunakan untuk membantu perkuliahan, menyelesaikan tugas, bahkan ada yang memanfaatkannya dalam penyusunan skripsi,” jelasnya.

Meski demikian, Prof. Aisyah mengingatkan agar teknologi AI digunakan secara bijaksana.

Menurutnya, penggunaan teknologi yang tidak tepat berpotensi mengurangi kemampuan berpikir kritis seseorang.

“Kita harus berhati-hati menggunakan AI. Digitalisasi bisa menggerus critical thinking karena semuanya seolah sudah tersedia jawabannya. Akibatnya, kita bisa lupa bagaimana cara berpikir dan memecahkan masalah secara mandiri,” ungkapnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa AI akan menjadi alat yang sangat bermanfaat apabila dimanfaatkan secara tepat dan proporsional.

“Jika digunakan dengan benar untuk membantu berbagai pekerjaan dan meningkatkan produktivitas, maka teknologi ini akan memberikan manfaat yang besar. Itulah tantangan yang harus dihadapi generasi saat ini,” tandasnya.***(bgy).