Harimau Benggala Putih Mati, Pemerintah Kota Semarang Tegaskan Seluruh Penanganan Sesuai Mekanisme

InShot_20260724_230353359
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan penanganan kematian harimau benggala putih koleksi Semarang Zoo telah dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Seluruh proses penanganan dilaksanakan melalui koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah sebagai otoritas yang berwenang dalam pengawasan satwa dilindungi.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik. Namun, Pemerintah Kota Semarang menegaskan bahwa setiap tahapan penanganan dilakukan secara profesional, mulai dari pemeriksaan awal hingga penyelesaian administrasi sesuai mekanisme konservasi.

Sejak kabar kematian satwa itu diterima, manajemen Semarang Zoo bersama Pemerintah Kota Semarang langsung berkoordinasi dengan BKSDA Jawa Tengah.

Langkah pertama yang dilakukan adalah pemeriksaan medis terhadap satwa, identifikasi penyebab kematian, serta penyelesaian seluruh proses administrasi sesuai aturan yang berlaku.

Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi dasar bagi instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Baca Juga:  Antisipasi Musim Kemarau, Pemerintah Kota Semarang Siapkan 900 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Rawan Kekeringan

Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, mengatakan Pemerintah Kota Semarang menghormati seluruh proses yang dilakukan oleh BKSDA Jawa Tengah sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam pengawasan satwa dilindungi.

Menurutnya, setiap tahapan telah dilaksanakan secara transparan, profesional, dan mengacu pada ketentuan yang berlaku.

“Sejak awal kejadian, Pemerintah Kota Semarang bersama manajemen Semarang Zoo langsung berkoordinasi dengan BKSDA Jawa Tengah. Pemeriksaan medis, identifikasi penyebab kematian, hingga penyelesaian administrasi telah dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Handi.

“Dengan demikian, seluruh proses penanganan telah berjalan sebagaimana ketentuan yang mengatur pengelolaan satwa dilindungi,” imbuhnya.

Ia menambahkan, hasil pemeriksaan yang dilakukan tim BKSDA Jawa Tengah bersama dokter hewan menjadi acuan resmi dalam penanganan peristiwa tersebut.

Pemerintah Kota Semarang, lanjut Handi, juga berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola pengelolaan satwa di Semarang Zoo.

Baca Juga:  Jaringan Hotel Swiss-Belhotel International Wilayah Jogja, Solo dan Semarang Gelar Aksi Sosial "Berbagi Kebahagiaan kepada Porter" di Stasiun Tawang

“Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan standar pengelolaan satwa, mulai dari pemantauan kesehatan, peningkatan fasilitas, penguatan pengawasan, hingga aspek animal welfare,” ujarnya.

“Pemerintah Kota Semarang berkomitmen memastikan Semarang Zoo dikelola sesuai standar yang ditetapkan dan terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Bagi Pemerintah Kota Semarang, peristiwa ini menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengelolaan satwa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan konservasi dan edukasi kepada masyarakat.

Selain itu, Pemkot Semarang juga menyampaikan apresiasi kepada BKSDA Jawa Tengah atas pendampingan yang diberikan sejak awal penanganan.

Sinergi antarlembaga dinilai menjadi kunci agar setiap proses berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Handi juga mengajak masyarakat untuk memperoleh informasi dari sumber-sumber resmi serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Baca Juga:  Stan Fakultas Teknologi Pertanian USM Diserbu Pengunjung di CFD, Kenalkan Produk Inovasi dan Edukasi Gizi

Menurutnya, keterbukaan informasi tetap menjadi komitmen pemerintah, namun seluruh informasi harus mengacu pada hasil pemeriksaan dari instansi yang memiliki kewenangan.

“Kami memahami perhatian masyarakat terhadap satwa koleksi Semarang Zoo. Karena itu, kami mengedepankan keterbukaan informasi berdasarkan hasil pemeriksaan dari instansi yang berwenang,” tuturnya.

“Yang terpenting, seluruh proses penanganan atas kejadian ini telah diselesaikan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku sehingga tidak perlu ada spekulasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” pungkas Handi.

Ke depan, Pemerintah Kota Semarang memastikan akan terus memperkuat koordinasi dengan BKSDA Jawa Tengah dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian satwa, meningkatkan kesejahteraan hewan, sekaligus memperkuat fungsi Semarang Zoo sebagai sarana edukasi, konservasi, dan wisata yang berkualitas bagi masyarakat.***