Ubah Sampah Jadi Cuan, PLN UIP JBT Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Listrik di Salatiga

WhatsApp Image 2026-08-05 at 18.18.52
Bagikan:

SALATIGA (Harianterkini.id) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran PLN Circular Waste Initiative 2026 yang menyasar Bank Sampah Unit (BSU) Bumi Permadani di Pengilon, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Mengusung tema “Program Circular Waste Initiative Menyalakan Geliat Ekonomi Lewat Bank Sampah”, PLN menghadirkan transformasi pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan dan pemanfaatan peralatan berbasis listrik (electrifying lifestyle). Program ini diharapkan mampu mempercepat pengolahan sampah dari sumbernya sehingga dapat mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngronggo.

Melalui bantuan TJSL tersebut, BSU Bumi Permadani memperoleh berbagai sarana dan prasarana modern, di antaranya mesin pengepres sampah, mesin bor biopori otomatis, alat pengompos elektrik, spinner peniris minyak elektrik, timbangan digital, serta sistem administrasi dan tabungan sampah berbasis digital.

Baca Juga:  Frank & Co. Ulang Tahun ke-28, Kilau yang Tetap Membahana di Dunia Perhiasan

Tak hanya menyediakan peralatan, PLN juga memberikan pelatihan pengelolaan bank sampah, edukasi ekonomi sirkular, serta sosialisasi pemilahan sampah kepada sekitar 250 kepala keluarga di RW 13 Kelurahan Mangunsari.

Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Muthoin, mengapresiasi langkah PLN UIP JBT yang dinilai sejalan dengan program Pemerintah Kota Salatiga dalam memperkuat pengelolaan sampah organik dari sumber serta Gerakan Salatiga Kota Biopori.

“Atas nama Pemerintah Kota Salatiga, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PLN UIP JBT atas kepeduliannya melalui program TJSL Circular Waste Initiative. Penanganan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Kehadiran PLN dengan teknologi berbasis listrik dan digitalisasi tabungan sampah sangat membantu pemerintah daerah dalam mengurangi beban TPA Ngronggo. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan Salatiga yang bersih, sehat, dan mandiri sampah,” ujar Muthoin.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Jawa Bagian Tengah, Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan persoalan sampah membutuhkan penanganan terpadu yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  PLN Gelar Sosialisasi Hidup Aman di Dekat Jaringan Transmisi Listrik: Edukasi Warga Soal Jarak Aman dan Ruang Bebas

Menurutnya, melalui PLN Circular Waste Initiative, PLN ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa sampah bukan lagi sekadar limbah, melainkan memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik menggunakan teknologi berbasis listrik.

“Sampah yang selama ini dianggap sebagai beban lingkungan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis melalui pemanfaatan energi listrik yang ramah lingkungan. Teknologi berbasis listrik diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan sampah sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” kata Kishartanto.

Ia menambahkan, program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim.

Sementara itu, Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 4 (UPP JBT 4), Ainanto Nindyo, menegaskan pihaknya akan terus mendampingi implementasi program agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Baca Juga:  Unissula Raih Peringkat Bergengsi di Asia Tenggara: Masuk 169 Terbaik!

Ia menjelaskan, pendampingan dilakukan mulai dari penyediaan sarana berbasis listrik hingga penguatan kelembagaan pengelola bank sampah. Dengan dukungan peralatan tersebut, kapasitas pengolahan sampah BSU Bumi Permadani diproyeksikan meningkat hingga sedikitnya dua ton per bulan serta mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA sekitar 30 persen.

“Kami berharap BSU Bumi Permadani dapat menjadi percontohan bank sampah modern berbasis digital dan electrifying lifestyle di Kota Salatiga, sehingga manfaatnya dapat direplikasi di wilayah lain,” ujar Ainanto.

Melalui kolaborasi antara PLN UIP JBT, Pemerintah Kota Salatiga, dan BSU Bumi Permadani, program ini diharapkan mampu menciptakan pengelolaan sampah yang lebih modern, meningkatkan nilai ekonomi limbah, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Inisiatif tersebut juga menjadi wujud komitmen PLN dalam menghadirkan energi yang tidak hanya menerangi kehidupan, tetapi juga menggerakkan produktivitas dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.