Wali Kota Semarang Ajak Anak Semarang Tumbuhkan Budaya Ilmiah Lewat Lomba SiNARAN 2026
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mendorong anak-anak di Kota Semarang untuk menumbuhkan budaya ilmiah sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi Babak Penyisihan Lomba SiNARAN (Sains Anak Kota Semarang) 2026 di Ballroom Balairung Astina, UTC Hotel, Selasa (4/8/2026).
Sebanyak 550 peserta jenjang SD dan SMP mengikuti babak penyisihan setelah lolos dari proses seleksi yang diikuti 6.292 pendaftar dari seluruh Kota Semarang.
Para peserta berasal dari sekolah negeri, sekolah swasta, madrasah, hingga pendidikan kesetaraan Paket A dan Paket B.
Agustina mengatakan, keberagaman peserta menunjukkan bahwa kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di bidang sains terbuka bagi seluruh anak di Kota Semarang tanpa memandang latar belakang pendidikan.
“Hari ini kita tidak sekadar memulai perlombaan, tetapi sedang menumbuhkan budaya ilmiah di Kota Semarang,” ujar Agustina dalam sambutannya.
Menurutnya, budaya ilmiah bukan hanya tentang kemampuan menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga membiasakan anak untuk bertanya, mencari tahu, menguji gagasan, serta menarik kesimpulan berdasarkan fakta dan bukti.
Kemampuan tersebut dinilai menjadi modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
“Budaya berpikir kritis akan menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Agustina juga memberikan motivasi kepada para peserta dengan menyinggung prestasi Albert Eng, siswa Singapore Intercultural School Semarang, yang berhasil meraih medali emas pada Final World Mathematics Invitation 2026 di Jepang.
Ia menilai prestasi tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak Kota Semarang memiliki kemampuan bersaing di tingkat internasional apabila memperoleh ruang belajar yang baik serta lingkungan yang mendukung pengembangan sains.
Lomba SiNARAN 2026 merupakan program pengembangan talenta sains yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Semarang.
Tahun ini, kompetisi mengusung tema penguatan kemampuan berpikir kritis (critical thinking) bagi peserta didik jenjang SD/MI dan SMP/MTs sederajat.
Pada babak penyisihan, panitia akan memilih 60 finalis yang terdiri atas 30 peserta tingkat SD dan 30 peserta tingkat SMP. Mereka selanjutnya akan berlaga pada babak final yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Agustus 2026.
Agustina berharap Lomba SiNARAN dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai wadah melahirkan generasi muda yang unggul di bidang sains dan inovasi.
“Semoga dari ruangan ini lahir generasi yang membawa Kota Semarang semakin cerdas, semakin inovatif, dan semakin hebat,” pungkasnya.***
