Medan Terjal Tak Surutkan Tim SAR Gabungan Evakuasi Pendaki Gunung Slamet

InShot_20260819_073458371
Bagikan:

PEMALANG, (Harianterkini.id) – Proses evakuasi pendaki Gunung Slamet, M. Fahri Maulana (16), asal Sirampog, Kabupaten Brebes, masih berlangsung hingga malam hari. Tim SAR gabungan terus berupaya membawa korban turun dari kawasan puncak menuju Basecamp Permadi Guci, Kabupaten Tegal.

Korban sebelumnya dilaporkan terjatuh ke dalam kawah Gunung Slamet saat berada di sekitar bibir kawah pada Selasa (18/8/2026) pagi.

Setelah tim assessment atau tim aju tiba di lokasi, korban dipastikan telah meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan tim aju yang mencapai puncak sekitar pukul 18.00 WIB langsung melakukan pengecekan terhadap kondisi korban.

“Korban berdasarkan informasi dari tim aju yang telah tiba di puncak pukul 6 sore tadi dipastikan telah meninggal dunia,” ujar Budiono.

Menurutnya, kondisi di kawasan puncak yang masih cukup terang membuat tim segera mengambil langkah untuk mengevakuasi korban dari dasar kawah.

Baca Juga:  Sambut Pemilu yang Kondusif, Polda Riau Inisiasi Diskusi Panel Bersama Penyelenggara dan Parpol

“Mengingat situasi masih cukup terang, tim segera melakukan evakuasi dan alhamdulillah tidak ada satu jam korban sudah berhasil dikeluarkan dari dasar kawah,” lanjutnya.

Setelah berhasil dievakuasi dari dasar kawah, korban kemudian dibawa turun oleh tim SAR gabungan menuju Basecamp Permadi Guci.

Jalur tersebut dipilih sebagai rute evakuasi karena dinilai memiliki akses yang lebih memungkinkan dibandingkan jalur awal pendakian korban.

Fahri sebelumnya mendaki Gunung Slamet bersama tiga rekannya melalui jalur Basopala Sawangan. Namun, untuk proses evakuasi, tim memilih membawa korban melalui Basecamp Permadi Guci, Kabupaten Tegal, karena kondisi akses yang dinilai lebih mudah.

Perjalanan dari kawasan puncak menuju Basecamp Permadi Guci diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga delapan jam.

Baca Juga:  Penculikan Pilot Susi Air, Ketua Yahamak Berharap KKB Kembalikan Pilot dengan Selamat

Tim SAR gabungan pun harus menghadapi medan pegunungan dan kondisi malam hari selama proses evakuasi berlangsung.

Budiono meminta masyarakat turut mendoakan agar seluruh personel yang terlibat diberikan kelancaran dan keselamatan hingga proses evakuasi selesai.

“Mari kita doakan bersama, semoga tim diberikan kelancaran dan kemudahan dalam proses evakuasi sehingga selamat sampai Basecamp Permadi,” harap Budiono.

Terjatuh Saat Berada di Bibir Kawah

Peristiwa nahas tersebut bermula ketika Fahri bersama tiga rekannya melakukan pendakian Gunung Slamet pada Senin (17/8/2026) malam. Mereka kemudian berhasil mencapai kawasan puncak pada Selasa pagi.

Setelah selesai melakukan pendakian ke puncak, sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan memutuskan untuk turun. Namun, Fahri memilih turun belakangan dan masih berada di sekitar bibir kawah.

Baca Juga:  Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Manusia, Kemenlu: Pemerintah Punya Peran Penting

Saat berada di lokasi tersebut, tanah yang dipijaknya diduga rapuh dan tiba-tiba ambrol. Fahri kemudian terjatuh ke dalam kawah.

Peristiwa tersebut disaksikan oleh pendaki lainnya. Informasi mengenai kejadian itu kemudian segera dilaporkan kepada pengelola Basecamp Basopala Sawangan.

Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada Unit Siaga SAR Pemalang, Kantor SAR Semarang, untuk mendapatkan penanganan dan bantuan evakuasi.

Tim SAR gabungan kemudian bergerak melakukan upaya pencarian dan evakuasi. Setelah tim aju berhasil mencapai lokasi korban pada Selasa sore, kondisi Fahri dipastikan sudah tidak bernyawa.

Hingga berita ini ditulis, proses evakuasi korban dari kawasan Gunung Slamet menuju Basecamp Permadi Guci masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.***