Usai Penutupan MTQ Nasional XXXI, Wali Kota Semarang Pastikan Ruang Publik Kembali Bersih

InShot_20260922_232650784
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Gemerlap penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Sabtu (19/9) malam, berakhir. Namun, bagi para petugas kebersihan, pekerjaan belum berhenti.

Begitu rangkaian acara selesai, tim kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang langsung bergerak menyisir kawasan Simpang Lima.

Sampah yang tersisa dikumpulkan, kawasan disapu, kemudian seluruhnya diangkut agar ruang publik tersebut kembali bersih dan nyaman digunakan masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan kebersihan yang dilakukan DLH selama rangkaian MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–19 September 2026.

Bagi Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menjaga kebersihan merupakan bagian penting dari penyelenggaraan kegiatan berskala nasional, terlebih ketika kegiatan tersebut memanfaatkan ruang publik.

Baca Juga:  81 Tahun Merdeka: Sudah Sejahterakah Rakyat di Mata Hukum?

Menurut Agustina, berakhirnya sebuah kegiatan bukan berarti seluruh pekerjaan selesai.

Ruang publik yang telah digunakan harus segera dikembalikan kondisinya agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.

“Ketika sebuah kegiatan selesai, pekerjaan kita belum selesai. Ruang publik yang digunakan harus segera kembali bersih dan nyaman untuk masyarakat. Terima kasih kepada seluruh petugas yang sudah bekerja menjaga kebersihan selama rangkaian MTQ berlangsung,” ujar Agustina.

Penanganan kebersihan dilakukan sejak sebelum kegiatan dimulai dan terus berlanjut selama rangkaian MTQ berlangsung hingga acara berakhir.

Pekerjaan para petugas meliputi penyapuan kawasan, pengumpulan sampah, hingga pengangkutan sampah dari berbagai lokasi kegiatan.

Sebanyak 125 personel dikerahkan untuk menangani kebersihan di 12 titik lokasi kegiatan. Para petugas tersebut dibagi dalam tiga sif agar pelayanan kebersihan dapat mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung.

Baca Juga:  Murid Piwulang Becik Semarang Pentaskan Drama Malin Kundang di Tengah Permukiman Warga

Khusus di kawasan Simpang Lima, sebanyak 18 personel ditempatkan karena lokasi tersebut menjadi salah satu pusat kegiatan MTQ Nasional XXXI.

Untuk mendukung proses pengangkutan, DLH Kota Semarang juga menyiapkan dua dump truck dengan 10 personel yang bertugas mengambil dan membawa sampah dari berbagai titik lokasi kegiatan.

Pola kerja tersebut kembali diterapkan setelah malam penutupan. Saat aktivitas di Simpang Lima berakhir, petugas langsung menyisir kawasan, menyapu area, mengumpulkan sampah, kemudian mengangkutnya dari lokasi.

Hal serupa juga dilakukan setelah pembukaan MTQ Nasional XXXI. Meski kegiatan berlangsung hingga malam, petugas tetap langsung melakukan pembersihan begitu acara selesai sehingga kawasan Simpang Lima dapat kembali digunakan masyarakat.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Berikan Apresiasi Kepada Warga Mangunsari yang Kelola Bank Sampah Dengan Baik

Bagi Agustina, menjaga kebersihan ruang publik bukan hanya menjadi tugas pemerintah maupun petugas kebersihan.

Masyarakat juga memiliki peran penting untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

“Selama MTQ berlangsung, banyak ruang publik yang kita gunakan bersama. Saya mengajak masyarakat untuk ikut menjaganya dengan membuang sampah pada tempatnya. Kebersihan akan lebih mudah dijaga kalau menjadi kebiasaan kita sehari-hari,” tuturnya.

Penanganan kebersihan selama MTQ Nasional XXXI pun dilakukan secara berkelanjutan. Mulai dari persiapan sebelum acara, selama rangkaian kegiatan berlangsung, hingga setelah penutupan.

Dengan demikian, setelah rangkaian kegiatan nasional tersebut berakhir, ruang-ruang publik Kota Semarang tetap dapat kembali dinikmati masyarakat dalam kondisi bersih dan nyaman.***