Guru PAUD Kabupaten Semarang Nyalakan Asa, Perjuangkan Pengakuan dan Kesetaraan

InShot_20260928_001406732
Bagikan:

AMBARAWA, (Harianterkini.id) – Bagi sebagian guru PAUD di Kabupaten Semarang, mengajar bukan sekadar pekerjaan. Di tengah keterbatasan kesejahteraan, mereka tetap bertahan mendampingi tumbuh kembang anak-anak dan menanamkan fondasi pendidikan sejak usia dini.

Semangat itulah yang terasa dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Semarang di Gedung Pemuda, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Sabtu (12/9/2026).

Peringatan tersebut tidak hanya menjadi momentum merayakan perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi ruang bagi para pendidik PAUD untuk kembali menyuarakan harapan mengenai pengakuan status profesi dan kesetaraan hak.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H., Wakil Bupati Semarang Dra. Hj. Nur Arifah, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Bagus Suryokusumo, S.Pd., Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang Drs. Pujo Pramujito, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Semarang Drs. H. Umar Sujadi, serta 859 guru PAUD dari 19 kecamatan di Kabupaten Semarang.

Baca Juga:  Sosialisasi Program Makan Bergizi Bekasi Dorong Pemenuhan Gizi Wujudkan Generasi Produktif

Ketua HIMPAUDI Kabupaten Semarang Ulfa Maria, S.E., M.Pd. mengatakan, tema HUT ke-21 HIMPAUDI menjadi penegasan bahwa para pendidik PAUD ingin terus mengabdi sekaligus memperoleh pengakuan dan perlakuan yang setara.

“Tema ini menjadi pengingat bahwa guru PAUD telah memberikan pengabdian yang panjang untuk anak-anak. Karena itu, perjuangan untuk mendapatkan pengakuan dan kesetaraan harus terus dinyalakan. Kami berharap aspirasi para guru PAUD dapat didengar dan diperjuangkan bersama,” ujarnya.

Menurut Ulfa, perjuangan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan kesejahteraan guru. Pengakuan terhadap pendidik PAUD juga menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini.

Ia berharap semangat “Nyalakan Asa” tidak berhenti sebagai slogan, tetapi dapat menjadi dorongan agar aspirasi para guru PAUD diterjemahkan dalam kebijakan yang memberikan pengakuan, kesetaraan, dan penghargaan yang layak.

“Kami berharap, melalui semangat ‘Nyalakan Asa’, perjuangan para guru PAUD Kabupaten Semarang yang telah disuarakan tidak berhenti sebagai aspirasi, tetapi dapat berlanjut menjadi kebijakan yang memberikan pengakuan, kesetaraan, dan penghargaan yang layak bagi mereka yang telah mengabdikan diri mendampingi generasi penerus bangsa,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dr. KH Taufiqurrohman Dorong Yayasan Alqodar Wujudkan SD hingga Perguruan Tinggi

Dukungan terhadap perjuangan tersebut disampaikan Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Semarang akan menampung aspirasi para pendidik PAUD dan mendukung perjuangan mereka.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Semarang Drs. Pujo Pramujito.

Ia menyatakan siap mendukung perjuangan kesetaraan bagi guru PAUD, termasuk memfasilitasi penyampaian aspirasi hingga tingkat nasional atau Senayan.

Dukungan tersebut menjadi angin segar bagi para guru PAUD yang selama ini menjalankan pengabdian dengan kondisi kesejahteraan yang masih terbatas.

Salah satunya dirasakan Afrida Mutoharoh, guru PAUD asal Kecamatan Tuntang. Selama kurang lebih 20 tahun mengajar, Afrida tetap bertahan meskipun honor yang diterimanya hanya sekitar Rp100 ribu.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia harus mencari pekerjaan tambahan dengan penghasilan yang tidak menentu. Berbagai pekerjaan pernah dilakoninya, mulai dari berjualan kerupuk secara serabutan, menjadi karyawan paruh waktu, hingga memberikan les pada malam hari.

Baca Juga:  Jelang Konser Berani Kita Beda Tour HS Hey Slank, Kaka dan Bupati Banyumas Pimpin Ratusan Skuteris Keliling Purwokerto

Namun, keterbatasan tersebut tidak membuat Afrida meninggalkan dunia PAUD.

Kisahnya menjadi gambaran perjuangan sebagian guru PAUD yang tetap memilih mengabdi dan mendampingi anak-anak, meskipun secara status dan kesejahteraan belum memperoleh pengakuan seperti yang mereka harapkan.

Di sisi lain, peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI Kabupaten Semarang juga dikemas dengan berbagai kegiatan yang menampilkan semangat, kreativitas, dan kebersamaan para pendidik.

Sejumlah kegiatan di antaranya pemutaran video perjuangan guru PAUD, flashmob “Ayo Dolan”, serta pertunjukan tari “Wonderland Indonesia”.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa di balik perjuangan memperoleh pengakuan dan kesetaraan, para guru PAUD tetap menyimpan energi positif untuk terus bergerak, berkarya, dan memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak.

Bagi mereka, pengabdian kepada anak usia dini bukan sekadar rutinitas. Di ruang-ruang PAUD itulah, harapan tentang masa depan generasi berikutnya terus dinyalakan.***(bgy)