2 Atlet PSE KONI Kota Semarang Raih Medali Asian Games 2026, Arnaz: Ini Kebanggaan
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Prestasi membanggakan kembali datang dari atlet binaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang. Dua atlet yang pernah masuk dalam program Semarang Emas (PSE) sukses membawa pulang medali dari ajang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Kedua atlet tersebut yakni Nurisa Dian Ashrifah dan Muhammad Iqbal Raia Prabowo. Capaian mereka mendapat apresiasi dari Ketua Umum KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara.
Bagi Arnaz, keberhasilan atlet binaan Kota Semarang menembus level internasional bukan sekadar soal medali.
Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet daerah mampu mengantarkan talenta Semarang ke panggung olahraga dunia.
Salah satu yang mendapat perhatian adalah Nurisa Dian Ashrifah. Atlet yang saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa Udinus Semarang tersebut merupakan salah satu atlet yang pernah dibina melalui program PSE KONI Kota Semarang.
“Terakhir ia tercatat masuk dalam PSE di tahun 2025 karena di tahun 2026 harus masuk Pelatnas untuk ASIAN Games ini sehingga namanya digantikan dengan atlet lain,” ujar Arnaz, Jumat (2/10/2026).
Keikutsertaan Nurisa dalam program Pelatnas juga membuatnya tidak dapat memperkuat kontingen Kota Semarang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Namun, kondisi tersebut justru dipandang berbeda oleh KONI Kota Semarang. Arnaz menilai absennya Nurisa dari Porprov bukanlah sebuah kehilangan, melainkan bagian dari perjalanan karier seorang atlet menuju level yang lebih tinggi.
“Kami dari KONI Kota Semarang tentu sangat memahami bahwa Nurisa Dian Ashrifah tidak dapat memperkuat kontingen Kota Semarang pada Porprov 2026 karena sedang menjalankan tugas dan program Pelatnas.
Bagi kami, ini bukan sebuah kehilangan, tetapi justru merupakan kebanggaan,” tegasnya.
Menurut Arnaz, ketika seorang atlet asal Kota Semarang mendapat kesempatan memperkuat Indonesia di ajang internasional, maka secara tidak langsung atlet tersebut juga membawa nama daerah ke panggung yang lebih besar.
Ia menegaskan, Porprov tetap memiliki posisi penting dalam sistem pembinaan olahraga daerah.
Namun, perjalanan seorang atlet tidak seharusnya berhenti pada satu kompetisi.
Ada waktunya atlet bertanding untuk membawa nama kota, kemudian Jawa Tengah, hingga akhirnya mengenakan seragam Merah Putih untuk Indonesia.
“Nurisa sudah berada pada tahap yang terakhir itu,” katanya.
Arnaz berharap pencapaian tersebut menjadi pijakan bagi Nurisa untuk terus berkembang.
Tidak hanya dari sisi teknik dan mental bertanding, tetapi juga tetap memperhatikan pendidikan serta kehidupan profesionalnya.
“Harapan kami ke depan, Nurisa dapat menjaga konsistensi prestasinya, terus berkembang secara teknis maupun mental, menjaga pendidikan dan kehidupan profesionalnya, serta bisa menjadi role model bagi atlet-atlet muda Kota Semarang,” imbuhnya.
Ia juga berharap perjalanan Nurisa tidak berhenti di Asian Games. Menurutnya, pembinaan harus dilakukan secara bertahap agar atlet tersebut mampu menembus kompetisi yang lebih tinggi, termasuk level dunia dan Olimpiade.
Harapan tersebut sejalan dengan visi KONI Kota Semarang untuk terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“KONI Kota Semarang akan terus melihat bagaimana pembinaan atlet seperti Nurisa dapat menjadi inspirasi untuk melahirkan Nurisa-Nurisa berikutnya dari Kota Semarang,” pungkas Arnaz.
Perjalanan prestasi Nurisa sendiri bukanlah sesuatu yang baru. Ia pernah memperkuat Kota Semarang dalam Porprov Jawa Tengah 2023 dan berhasil mempersembahkan medali.
Setahun kemudian, Nurisa dipercaya mewakili Jawa Tengah pada PON Aceh-Sumut 2024. Dari ajang tersebut, ia sukses meraih dua medali perunggu, masing-masing pada nomor compound beregu putri dan compound perorangan putri.
Sementara itu, satu lagi atlet PSE KONI Kota Semarang yang turut mengukir prestasi di Asian Games 2026 adalah Muhammad Iqbal Raia Prabowo.
Iqbal berhasil meraih medali perak pada nomor 10 meter air pistol beregu putra di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, pada 24 September 2026.
Dua prestasi tersebut menjadi catatan positif bagi pembinaan olahraga Kota Semarang.
Di balik medali yang dibawa pulang, terselip harapan agar semakin banyak atlet muda Semarang mengikuti jejak Nurisa dan Iqbal, dari arena olahraga daerah menuju panggung internasional.***
