‎Ketua POTBI Jateng Dukung Forkot Semarang, Bersiap Sukseskan Forda Jateng 2026

InShot_20261007_215723068
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Gedung Wisma Perdamaian Semarang tampak semarak pada Minggu (4/10/2026). Sejumlah peserta dari berbagai kelompok usia mengikuti rangkaian kegiatan Festival Olahraga Rekreasi Kota (Forkot) POTBI Kota Semarang 2026 yang menjadi bagian dari pembinaan olahraga tradisional dan budaya di tengah masyarakat.

‎Kegiatan tersebut diselenggarakan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Semarang bersama 37 induk organisasi olahraga (inorga) yang berada di bawah naungannya.

‎Ketua KORMI Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati, S.MB., M.M., turut memberikan perhatian terhadap pelaksanaan kegiatan.

Semangat pembinaan peserta dan keterlibatan berbagai kelompok menjadi bagian penting dalam upaya menggerakkan olahraga masyarakat di Kota Semarang.

Ketua Perkumpulan Olahraga Tarian Baris Indonesia (POTBI) Jawa Tengah, Kadartiastuti, S.E., juga hadir memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Forkot POTBI Kota Semarang.

Menurut Kadartiastuti, kegiatan Forkot tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan pembinaan atlet dan pegiat olahraga masyarakat.

‎Dukungan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menuju Festival Olahraga Rekreasi Daerah (Forda) Jawa Tengah 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Semarang pada Minggu, 6 Desember 2026.

“Kami dari tim Jawa Tengah setelah kegiatan Forkot ini juga mulai mempersiapkan diri untuk Forda Jateng yang akan berlangsung pada 6 Desember 2026 di Semarang,” ujar Kadartiastuti.

Ia mengatakan, pembinaan POTBI dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.

Salah satu program yang disiapkan adalah kelas pembinaan bagi pelajar maupun masyarakat umum yang ingin bergabung dengan POTBI.

Kelas pembinaan tersebut rencananya dimulai pada Sabtu, 10 Oktober 2026 dan diberikan secara gratis bagi masyarakat yang berminat.

“Alhamdulillah, anggota kami sudah banyak. Walaupun baru sekitar setahun bergerak, kami sudah bekerja sama dengan banyak sekolah, baik negeri maupun swasta,” katanya.

Baca Juga:  Tim Basket Putra dan Putri Universitas Semarang Berhasil Lolos Final di Ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi Jawa Tengah 2025

‎Kadartiastuti menegaskan, pembinaan tidak hanya diarahkan untuk POTBI Kota Semarang.

Seluruh POTBI kabupaten/kota di Jawa Tengah juga mendapatkan pendampingan agar memiliki perkembangan yang sejalan.

Menurutnya, sinergi antarwilayah menjadi modal penting untuk memperkuat keberadaan POTBI di Jawa Tengah.

“Kita adalah satu kesatuan yang harus terus bersinergi satu sama lain sehingga POTBI Jateng bisa semakin besar, berkembang dan sukses di wilayah Jawa Tengah,” ujarnya.

‎Semarang Punya Catatan Prestasi

‎Optimisme menghadapi Forda Jateng 2026 juga tidak terlepas dari capaian POTBI Kota Semarang pada ajang sebelumnya.

‎Pada Forda 2025, kontingen POTBI Kota Semarang berhasil meraih sembilan medali emas, tujuh perak dan satu perunggu.

Raihan tersebut mengantarkan POTBI Kota Semarang menjadi juara umum POTBI Jawa Tengah.

‎Kadartiastuti berharap pencapaian tersebut dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada Forda 2026.

“Semoga di tahun 2026 ini prestasinya tetap bertahan atau bahkan bertambah,” harapnya.

Sementara itu, Forkot POTBI Kota Semarang 2026 juga menjadi panggung bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam sejumlah kategori perlombaan.

‎Selain memperoleh pengalaman bertanding, para pemenang mendapatkan piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan.

‎Pelajar Tunjukkan Talenta

Salah satu kategori yang menarik perhatian adalah Lomba Tari Semarang Hebat tingkat SD. Kompetisi ini diikuti peserta dari sejumlah sekolah dasar di Kota Semarang.

‎Juara pertama diraih Gisela Yoga Ayu Widodo dari SDN Petompon 02 dengan nomor dada 005 dan nilai 1.085. Posisi kedua ditempati Jasmine Nurannisa Maharani dari SD Sendangmulyo 04 dengan nilai 1.065.

‎Aina Salsabila dari SDN Sawah Besar 01 berada di peringkat ketiga dengan nilai 1.035.

Selanjutnya, Khaira Fazilah Hamzah dari SDN Kembangsari 01 meraih juara IV dengan nilai 945, disusul Thelsea Dinda Azzra dari sekolah yang sama dengan nilai 940.

Baca Juga:  Jelang Tutup Tahun, Wali Kota Semarang Siap Selesaikan Proyek-Proyek Strategis 

‎Juara VI diraih Alesha Naila Putri dari SDN Purwoyoso 03 dengan nilai 935. Pada kategori Lomba Perorangan SD Nusantara (Pemula), Aerilyn Bellvania Annabelle dari SDN Petompon 02 menjadi juara pertama dengan nilai 805. ‎Juara II diraih Farzana Arsyila Maheswari dari SDN Pedurungan Kidul 05 dengan nilai 770, sedangkan juara III ditempati Rabia Mycta Rahmania dari SDN Kembangsari 01 dengan nilai 745.

‎Sementara dalam kategori Lomba Perorangan SD Nusantara, Gisela Yoga Ayu Widodo dari SDN Petompon 02 kembali mencatatkan prestasi dengan meraih juara pertama dengan nilai 920.

‎Selma Alivia Kirani A dari SDN Petompon 02 menempati posisi kedua dengan nilai 875, sedangkan Abhinaya Jenar A dari SDN Pedurungan Kidul 05 menjadi juara III dengan nilai 850.

Persaingan Berlanjut di Tingkat SMP dan SMA

Semangat kompetisi juga terlihat pada kategori Lomba Tari Semarang Hebat tingkat SMP dan SMA.

Yasmine Putri Arienanda dari SMKN 6 Semarang berhasil menjadi juara pertama dengan nilai 1.105. Mahardika Erma Safitri dari SMAN 10 Semarang berada di posisi kedua dengan nilai 1.045.

‎Jihan Alifatunnisa dari SMP 34 meraih juara III dengan nilai 1.035. Berikutnya, Bryna Sefaya Ramadhani dari SMPN 36 Semarang menempati peringkat keempat dengan nilai 1.000.

Naura Nabila Bahij dari SMA Negeri 2 Semarang berada di posisi kelima dengan nilai 985, sedangkan Khaeza Balqis Putri Mareta dari SMK Swadaya Semarang menjadi juara VI dengan nilai 930.

Untuk kategori Lomba Beregu SD Nusantara, juara pertama diraih peserta bernomor dada 004 dari SDN Petompon 02 dengan nilai 1.105.

Posisi kedua ditempati nomor dada 007 dari SDN Kembangsari 01 dengan nilai 892, kemudian nomor dada 003 dari SDN Pedurungan Kidul 05 dengan nilai 855 sebagai juara III.

Baca Juga:  Ketua DPRD DKI Jakarta Gabung Jadi Panitia Formula E, Bamsoet : Mudah - mudahan Tidak Galak Lagi

Juara IV diraih nomor dada 006 dari SDN Kembangsari 01 dengan nilai 840. Selanjutnya, nomor dada 009 dari SDN Pedurungan Kidul 05 menempati posisi kelima dengan nilai 833 dan nomor dada 010 dari SD Kanisius Kurmosari menjadi juara VI dengan nilai 815.

‎Line Dance Jadi Bagian dari Semarak Forkot

Kategori Line Dance juga menjadi salah satu nomor yang memeriahkan Forkot POTBI Kota Semarang 2026.

‎Pada kelompok usia 45 tahun ke bawah, Anita Widyati, M.Pd., nomor dada 086, meraih juara pertama dengan nilai 1.035. T Pertiwi S menjadi juara II dengan nilai 980, disusul Reni Sri Lestari di posisi ketiga dengan nilai 945.

‎Fadhila Setyaningrum menempati peringkat keempat dengan nilai 900, sedangkan Kurniawati berada di posisi kelima dengan nilai 895.

‎Sementara untuk kategori usia 45 tahun ke atas, juara pertama diraih peserta nomor dada 098 dengan nilai 1.010. Deasy Safarianti menempati posisi kedua dengan nilai 1.005, kemudian Martini Suliman di peringkat ketiga dengan nilai 920.

‎Sulastri menjadi juara IV dengan nilai 900 dan Rohayati menempati posisi V dengan nilai 895. Peserta nomor dada 097, Roestianah, juga tercatat sebagai salah satu penerima penghargaan dalam kategori tersebut.

Bagi POTBI Jateng, Forkot Kota Semarang menjadi salah satu momentum untuk melihat hasil pembinaan sekaligus mematangkan persiapan menghadapi agenda yang lebih besar.

Dengan dukungan KORMI, pembinaan di tingkat kota dan kabupaten, serta keterlibatan pelajar hingga masyarakat umum, POTBI berharap olahraga tradisional dapat terus berkembang dan semakin dekat dengan masyarakat.

‎Semangat tersebut sekaligus menjadi bekal menuju Forda Jateng 2026 di Semarang pada Desember mendatang, dengan harapan prestasi POTBI Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, dapat kembali mencatatkan hasil terbaik.***