USM dan Universitas Al-Hikmah Jepara Jalin Kerja Sama Pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi

InShot_20261009_200745499
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Universitas Semarang (USM) dan Universitas Al-Hikmah Jepara menjalin kerja sama dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama oleh Rektor Universitas Semarang, Dr. Supari, S.T., M.T., dan Rektor Universitas Al-Hikmah Jepara, Dr. Ita Rahmawati, S.Si.T., M.Kes., di kampus USM pada 2 Oktober 2026.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis bagi kedua perguruan tinggi untuk memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan produktivitas penelitian, serta memperluas kontribusi nyata kepada masyarakat.

Rektor Universitas Al-Hikmah Jepara, Dr. Ita Rahmawati, menyampaikan bahwa sebagai perguruan tinggi swasta yang berdiri pada 2022, pihaknya memiliki harapan besar untuk belajar dari pengalaman USM, khususnya dalam pengelolaan dan pengembangan institusi pendidikan tinggi.

“Kami juga ingin belajar banyak tentang pengelolaan perguruan tinggi. Kami universitas swasta yang baru berdiri tahun 2022, sehingga dari USM kami bisa banyak belajar untuk pengelolaan yang lebih baik. Kami berharap, ke depan, USM semakin jaya, semakin sukses, dan menjadi inspirasi bagi PTS-PTS, terutama yang baru berkembang seperti Universitas Al-Hikmah Jepara,” ujarnya.

Baca Juga:  Inspiratif! UNDIP Jadikan Sampah Sumber Daya Baru Lewat Inovasi Berbasis Sains

Ita menjelaskan, ruang lingkup kerja sama di bidang pendidikan dan pengajaran mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa serta pengembangan kurikulum.

Sementara itu, di bidang penelitian, kedua institusi berencana melaksanakan riset kolaboratif dan menghasilkan artikel ilmiah bersama.

Adapun dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, USM dan Universitas Al-Hikmah Jepara akan mengembangkan berbagai program bersama yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Semarang, Jepara, dan wilayah sekitarnya.

Kerja sama tersebut juga mencakup penyelenggaraan kegiatan akademik, seperti lokakarya (workshop) dan seminar bersama.

Selain itu, kedua pihak berkomitmen meningkatkan kapasitas tata kelola perguruan tinggi melalui pertukaran pengalaman dan penerapan praktik baik yang telah dikembangkan USM.

Sebagai tindak lanjut, kedua perguruan tinggi sepakat menyusun perjanjian kerja sama (PKS) yang lebih teknis sesuai dengan bidang kolaborasi masing-masing.

Ita berharap, kemitraan tersebut dapat memberikan manfaat bagi pengembangan Universitas Al-Hikmah Jepara sekaligus memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi.

Ia juga berharap USM terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi swasta lainnya.

Baca Juga:  Diskon Besar-Besaran untuk Pembelian Rumah di CitraGrand Semarang, Nikmati Promo PPN-DTP hingga Rp220 Juta!

Sementara itu, Rektor USM, Dr. Supari, menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan.

Lebih dari itu, institusi pendidikan tinggi harus mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurut Supari, dampak perguruan tinggi dapat dilihat dari tiga aspek utama, yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Dalam aspek ekonomi, perguruan tinggi berperan mendorong lahirnya teknologi baru, perusahaan rintisan (start-up) berbasis riset, serta lulusan yang kompetitif di dunia kerja.

Pada aspek sosial, kontribusi diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta dukungan terhadap peningkatan kualitas layanan publik.

Sementara itu, dalam aspek lingkungan, perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui penelitian energi terbarukan dan berbagai inisiatif keberlanjutan untuk mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

“Perguruan tinggi yang berdampak adalah perguruan tinggi yang mampu menerjemahkan temuan jurnal menjadi aksi nyata di lapangan,” kata Supari.

Ia menambahkan, transformasi perguruan tinggi perlu dilakukan secara internal maupun eksternal. Dari sisi internal, reformasi kurikulum menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan lulusan tetap relevan dengan kebutuhan era Industri 4.0 dan 5.0.

Baca Juga:  Kukuhkan 27 Paskibraka 2026, Wali Kota Semarang Dorong Pemuda Jadi Teladan dan Penggerak Anti-Perundungan

Menurutnya, proses pembelajaran perlu diarahkan pada pendekatan berbasis proyek, bersifat interdisipliner, serta mengintegrasikan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Sementara dari sisi eksternal, perguruan tinggi diharapkan berperan sebagai penggerak transformasi wilayah melalui penelitian, inovasi, dan pengembangan ekosistem ekonomi berbasis pengetahuan.

Untuk memperkuat peran tersebut, USM aktif membangun kemitraan melalui model Triple Helix yang melibatkan pemerintah, industri, dan akademisi, serta model Quadruple Helix yang turut melibatkan masyarakat.

“Perguruan tinggi adalah investasi terbesar suatu bangsa. Dengan dampak yang kuat, transformasi berkelanjutan, dan kolaborasi strategis, perguruan tinggi dapat menjadi pusat peradaban yang mendukung kemajuan masyarakat,” tegas Supari.

Melalui kerja sama ini, USM dan Universitas Al-Hikmah Jepara diharapkan dapat memperkuat sinergi ant perguruan tinggi, mengembangkan inovasi akademik, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.***(bgy)