Nila Belly Meat Makin Diburu Dapur MBG di Semarang, Permintaan Daily Fresh Tembus 700 Kg per Minggu

IMG-20261010-WA0019
Bagikan:

SEMARANG (Harianterkini.id) – Nila belly meat atau daging bagian perut ikan nila mulai menjadi komoditas yang banyak diburu pelaku usaha kuliner di Kota Semarang. Harganya yang relatif ekonomis dibandingkan nila filet biasa membuat produk ini diminati sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya untuk memenuhi kebutuhan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tak hanya dapur MBG, permintaan nila belly meat juga datang dari usaha katering, restoran, hingga sektor perhotelan. Kombinasi harga yang lebih terjangkau dan pilihan olahan yang beragam menjadikan bagian daging ikan nila ini sebagai alternatif bahan pangan untuk kebutuhan konsumsi dalam jumlah besar.

Salah satu pedagang nila belly meat dari Daily Fresh, Adam, asal Boja, Kabupaten Kendal, mengaku mengalami peningkatan permintaan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Jika sebelumnya penjualan hanya berkisar 20–30 kilogram per minggu, kini permintaan yang ditanganinya mencapai 500–700 kilogram per minggu. Lonjakan tersebut berasal dari berbagai dapur MBG hingga pelanggan dari sektor restoran dan perhotelan.

“Sekarang permintaannya semakin banyak. Kalau sebelumnya hanya 20–30 kilogram per minggu, sekarang bisa mencapai 500–700 kilogram per minggu,” ungkap Adam.

Baca Juga:  KAI Daop 1 Jakarta Catat Penjualan Lebih dari 441 Ribu Tiket Lebaran

Menurutnya, nila belly meat menjadi pilihan bagi pelaku usaha kuliner yang membutuhkan bahan baku ikan dengan harga ekonomis, tetapi tetap memiliki nilai gizi yang baik untuk diolah menjadi berbagai menu makanan.

Alternatif Menu Bergizi untuk Dapur MBG

Dari sisi gizi, nila belly meat dan nila filet biasa sama-sama berasal dari ikan nila yang dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi. Keduanya juga mengandung vitamin B12, selenium, serta mineral yang mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan fungsi tubuh.

Perbedaan keduanya terutama terletak pada bagian daging yang digunakan, tekstur, serta komposisi lemak. Karena berasal dari bagian tubuh yang berbeda, kandungan gizi secara terperinci dapat bervariasi. Meski demikian, keduanya dapat menjadi pilihan sumber protein ikan untuk menu anak, dengan tetap memperhatikan kebutuhan gizi, porsi, dan cara pengolahan.

Untuk kebutuhan dapur MBG, katering, dan restoran, nila belly meat dapat diolah menjadi beragam sajian, mulai dari Nila Belly Crispy, Nila Belly Saus Teriyaki, Nila Belly Asam Manis, Nila Belly Bumbu Kuning, hingga nugget nila belly.

Variasi tersebut memberi alternatif bagi pengelola dapur untuk menyajikan menu ikan yang menarik dan tidak monoton. Pengolahan juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi, standar porsi, serta karakteristik konsumen.

Baca Juga:  SMP Nasima Gelar Nasima-Pare English Camp 2025, Bekali Siswa Keterampilan Bahasa Inggris dan Karakter

Dengan harga yang relatif ekonomis, nila belly meat dinilai berpotensi membantu pelaku usaha mengatur biaya bahan baku tanpa harus menghilangkan pilihan menu berbasis protein ikan.

Permintaan Tinggi, Pasokan Justru Semakin Sulit

Di balik meningkatnya permintaan, Adam mengaku menghadapi tantangan dalam menjaga ketersediaan stok. Pasokan nila belly meat di pasar Semarang dinilai semakin sulit diperoleh, sementara kebutuhan dari pelanggan terus meningkat.

Kondisi tersebut membuat pedagang harus bergerak cepat untuk mendapatkan bahan baku. Persaingan antarpedagang dalam memperoleh pasokan bahkan menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika stok yang tersedia di pasar terbatas.

“Kadang kalau di pasar rebutan dan suka diam-diam dapat nila-nya. Jadi, yang diberikan hanya orang-orang lama saja,” ujar Adam.

Situasi itu membuat pemenuhan permintaan pelanggan tidak selalu mudah. Di satu sisi, pelaku usaha harus menjaga kontinuitas pasokan untuk dapur MBG, restoran, katering, dan hotel. Di sisi lain, ketersediaan bahan baku di tingkat pemasok belum tentu mampu mengimbangi peningkatan kebutuhan pasar.

Adam menilai persoalan pasokan tersebut perlu mendapat perhatian karena nila belly meat bukan hanya diminati konsumen rumah tangga, tetapi juga menjadi salah satu bahan baku yang dibutuhkan pelaku usaha kuliner dalam skala besar.

Baca Juga:  3 Hari Periode Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, 115 Ribu Lebih Penumpang Padati Stasiun Daop 4 Semarang

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap iklim usaha dan rantai pasok perikanan, khususnya di Kota Semarang, agar ketersediaan bahan baku tetap terjaga dan kebutuhan pasar dapat dipenuhi secara lebih berkelanjutan.

“Permintaannya banyak, bukan hanya dari MBG, tetapi juga restoran dan perhotelan. Harapannya, pasokan ikan bisa lebih mudah didapat sehingga kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi,” harapnya.

Daily Fresh Layani Kebutuhan Ikan untuk Usaha Kuliner

Di tengah meningkatnya kebutuhan tersebut, Daily Fresh melayani permintaan nila belly meat untuk berbagai kebutuhan usaha kuliner, mulai dari dapur MBG, katering, restoran, hingga perhotelan.

Pelaku usaha yang membutuhkan informasi ketersediaan stok dan pemesanan dapat menghubungi Adam dari Daily Fresh melalui nomor 0857-2814-2664.

Meningkatnya permintaan nila belly meat menjadi gambaran peluang pasar bahan baku perikanan yang semakin terbuka. Namun, keberlanjutan peluang tersebut juga bergantung pada ketersediaan pasokan, kestabilan harga, dan kemampuan pelaku usaha memenuhi kebutuhan pelanggan secara konsisten.***