SIGABBI, Inovasi Digital USM yang Tembus Uji Pasar Tiga Negara dan Raih Sertifikasi Google
SEMARANG, (Harianterkini.id) – Universitas Semarang (USM) terus mendorong hasil riset agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
Salah satu inovasi yang dikembangkan tim multidisiplin kampus tersebut adalah Sistem Integrasi Pembelajaran dan Bisnis Indonesia (SIGABBI), sebuah platform digital yang menghubungkan pengembangan keterampilan, pembelajaran, karier, hingga kewirausahaan.
Setelah memperoleh pendanaan Hiliriset Dorongan Teknologi Type 1, SIGABBI kini memasuki tahap penguatan pasar melalui uji pasar di Singapura, Malaysia, dan Jepang.
Inovasi ini juga telah menerima sertifikasi Google sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kesiapan teknologinya untuk dikembangkan lebih luas.
Tim pengembang SIGABBI terdiri atas Dr. Erwin Erlangga, S.Pd., M.Pd. selaku ketua, dengan anggota Prof. Dr. L. Rini Sugiarti, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dan Dr. Tatas Transinata, S.Pd., M.Pd.
Erwin menjelaskan, SIGABBI dirancang untuk menghadirkan berbagai kebutuhan pengembangan diri dan profesional dalam satu ekosistem digital.
Melalui platform tersebut, pengguna dapat mengenali potensi dan kompetensi, meningkatkan keterampilan, memperoleh informasi karier, membangun koneksi dengan dunia industri, serta menjajaki peluang usaha.
“SIGABBI dikembangkan sebagai platform yang mengintegrasikan skill, karier, pembelajaran, dan kewirausahaan dalam satu ekosistem digital,” ujarnya.
Menurut Erwin, integrasi berbagai fitur menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan SIGABBI.
Platform ini mencakup pemetaan keterampilan, pengembangan kompetensi, pemetaan karier (career mapping), informasi peluang kerja, hingga dukungan terhadap pengembangan kewirausahaan.
Tim pengembang juga mengklaim SIGABBI sebagai platform pertama di Indonesia yang mengintegrasikan fitur keterampilan, karier, dan kewirausahaan dalam satu ekosistem.
Konsep tersebut diharapkan dapat membantu pengguna mengembangkan kapasitas diri sekaligus memperluas akses terhadap peluang pendidikan dan pekerjaan.
Uji Pasar Internasional dan Kolaborasi Industri
Pengembangan SIGABBI tidak hanya berfokus pada penyempurnaan teknologi. Uji pasar di Singapura, Malaysia, dan Jepang menjadi langkah strategis untuk memperoleh masukan langsung, mengukur kesesuaian layanan dengan kebutuhan pengguna, serta menjajaki peluang kerja sama lintas negara.
Dalam proses pengembangan dan validasinya, tim SIGABBI turut melibatkan mitra dari berbagai sektor, mulai dari industri, pendidikan, hingga dunia usaha.
Sejumlah mitra yang terlibat antara lain CIMB Malaysia, Amway Malaysia, Electric Power Development Co., Ltd. (J-Power), ITOCHU Corporation, MORANG, Hermina, Motherland Daycare/Yayasan Aruna Mentari Bangsa, Bhimasena Power Indonesia, NAVIRI, ANHESA, ARCS, ADAM Grosir, SNEAKBRO, BNI, dan KAI.
Keterlibatan para mitra tersebut mencakup validasi kebutuhan pengguna, pengujian aplikasi, pengembangan fitur, penyediaan peluang karier, penguatan jaringan industri, hingga penyusunan model bisnis dan strategi komersialisasi.
“Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan SIGABBI tidak hanya layak secara teknologi, tetapi juga memiliki market fit dan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengguna serta dunia industri,” kata Erwin.
Ia menambahkan, pendanaan Hiliriset Dorongan Teknologi Type 1 menjadi salah satu momentum penting dalam membawa SIGABBI dari hasil penelitian menuju produk yang siap diterapkan dan dikomersialisasikan.
Perjalanan pengembangannya dilakukan secara bertahap, mulai dari riset, pengembangan teknologi, validasi bersama mitra, sertifikasi, uji pasar internasional, hingga komersialisasi dan perluasan skala bisnis.
Membangun Ekosistem Digital Berkelanjutan
Dengan dukungan sertifikasi Google, kolaborasi mitra industri, serta uji pasar di tiga negara, SIGABBI diarahkan untuk memperluas jaringan pengguna dan mitra sekaligus membangun model bisnis yang berkelanjutan.
Ke depan, platform ini ditargetkan berkembang menjadi AI-powered talent, career and learning ecosystem, yakni ekosistem berbasis kecerdasan buatan yang mempertemukan individu, institusi pendidikan, dan dunia industri dalam mendukung pengembangan keterampilan serta perjalanan karier.
Bagi tim pengembang, SIGABBI bukan sekadar aplikasi digital, melainkan upaya menghubungkan kebutuhan pembelajaran dengan peluang kerja dan kewirausahaan dalam satu sistem yang terintegrasi.
“Kami berharap, melalui kolaborasi berkelanjutan dan ekspansi pasar, SIGABBI mampu menjadi salah satu produk inovasi Universitas Semarang yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga nilai ekonomi, sosial, dan komersial,” tandas Erwin.***(bgy)
