Film Komedi Berbahasa Jawa PIYE TO KIH? Siap Temani Penonton November Ini

IMG-20261022-WA0075
Bagikan:

SEMARANG (Harianterkini.id) – Kisah cinta yang tak berjalan mulus membawa Mukidi ke dalam petualangan penuh kelucuan dan kejadian tak terduga. Cerita tersebut menjadi sajian utama film PIYE TO KIH?, produksi MIRACLE Pictures yang memadukan drama, komedi, romansa, dan unsur supernatural.

Film ini diperkenalkan melalui special screening di The Park Mall Semarang, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian pembuka rangkaian roadshow di 17 kota, dengan menghadirkan sutradara Ito Mavin serta pemain Dara Sarasvati dan Gabriella Desta.

PIYE TO KIH? mengisahkan perjuangan Mukidi, seorang lelaki yang ingin membuktikan bahwa dirinya layak untuk menikah. Namun, langkahnya tidak mudah. Setelah cintanya kepada Bunga, yang diperankan Gabriella Desta, ditolak, Mukidi justru bertemu Sukma, sosok misterius dari alam berbeda.

Pertemuan itu membawa Mukidi menghadapi berbagai persoalan yang tak pernah dibayangkannya. Perbedaan alam dan keyakinan membuat hubungannya dengan Sukma semakin rumit. Di tengah konflik tersebut, kehadiran Gendut dan Penyok menambah warna komedi dalam perjalanan Mukidi.

Di balik kelucuan ceritanya, film ini mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari perjuangan memperbaiki diri, persahabatan, keluarga, hingga keikhlasan menghadapi kehilangan.

Baca Juga:  H-6 Lebaran, 22.700 Orang Tinggalkan Sumatera

Sutradara Ito Mavin mengatakan, film ini ingin mengajak penonton memahami pentingnya mempersiapkan diri sebelum mengejar sesuatu yang diinginkan.

“Pesan yang ingin kita sampaikan dalam film ini sebenarnya bisa relevan dengan kehidupan banyak orang yang hidup di masa ini. Jadi, tentang bagaimana seseorang memantaskan diri ketika menginginkan sesuatu, mempunyai cita-cita, atau mengharapkan sesuatu dalam hidupnya,” ujar Ito.

Menurut Ito, unsur supernatural dalam film tersebut bukan untuk menghadirkan teror atau menonjolkan adegan menakutkan. Sebaliknya, elemen tersebut menjadi bagian dari konflik yang memperkuat drama dan komedi dalam perjalanan tokoh utama.

Ia juga menegaskan bahwa perbedaan alam dan keyakinan yang diangkat dalam cerita bukan dimaksudkan untuk mengolok-olok agama. Konflik itu justru menjadi salah satu jalan bagi Mukidi untuk belajar, memperbaiki diri, dan menemukan versi terbaik dirinya.

Selain mengandalkan cerita yang memadukan komedi dan romansa, PIYE TO KIH? menjadikan bahasa Jawa sebagai identitas utama. Penggunaan bahasa daerah tersebut sekaligus menjadi upaya menghadirkan keberagaman budaya Indonesia ke layar lebar.

Baca Juga:  Magister Hukum UNWAHAS Lakukan Banchmarking Kurikulum Di Intertanional Islamic University Malaysia (IIUM)

Ito berharap semakin banyak sineas berani mengangkat bahasa daerah lain, seperti Batak, Bugis, Makassar, Manado, hingga Bali. Menurutnya, keberagaman bahasa dan budaya memiliki ruang untuk berkembang melalui industri perfilman nasional.

Film ini juga melibatkan kreator digital, di antaranya Dara Sarasvati dan Wakow Channel. Kolaborasi tersebut mempertemukan kreativitas dari dunia digital dengan para pemain yang memiliki pengalaman di industri perfilman.

Dara Sarasvati mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam menggunakan bahasa Jawa karena berasal dari Jawa Timur. Tantangan terbesarnya justru terletak pada pendalaman karakter Sukma yang digambarkan sebagai sosok dari dunia lain.

Ia harus menyesuaikan gerak tubuh, ekspresi, dan cara menampilkan emosi agar karakter yang diperankannya tidak terlihat seperti manusia biasa.

“Walaupun momennya sedang emosional, emosionalnya hantu itu harus berbeda pendekatannya dengan manusia. Itu tantangan terbesarnya,” kata Dara.

Film berdurasi 108 menit ini dibintangi Heri Chandra sebagai Mukidi, Dara Sarasvati sebagai Sukma, Gabriella Desta sebagai Bunga, Sutrisno Agung sebagai Gendut, serta Eko Dunung sebagai Penyok.

Baca Juga:  Indosat Ooredoo Hutchison Manfaatkan AI untuk Hadang Spam dan Scam, Lindungi Ratusan Juta Masyarakat Indonesia

Sejumlah pemain lainnya turut terlibat, di antaranya Wiyono, Rizka Oktavia, TJ Ruth, Ibnu Gundul, Marwoto, Ivonne Dahler, Devina Aureel, Lorenzo Gibbs, dan Yono Bakrie.

Ito Mavin bertindak sebagai sutradara sekaligus menulis skenario bersama Endik Koeswoyo. Film ini ditujukan bagi penonton berusia 13 tahun ke atas.

Setelah Semarang, rangkaian special screening dijadwalkan berlanjut ke Yogyakarta, Magelang, Solo, Sragen, Ngawi, Madiun, Ponorogo, Nganjuk, Kediri, Mojokerto, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Blitar, dan Tulungagung.

Film PIYE TO KIH? dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 19 November 2026.

Ito berharap film tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan pesan bagi penonton tentang pentingnya menerima keadaan dan berani memperbaiki diri.

“Ketika kita ikhlas, sebenarnya kita sedang membebaskan diri dari penjara yang kita buat sendiri. Film ini idealis sekaligus realistis. Harapannya, penonton bisa mendapatkan pesannya dan tetap terhibur,” pungkasnya.***