Wali Kota Semarang Luncurkan Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang) Untuk Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok

InShot_20250713_004041224
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot Semarang) resmi meluncurkan program Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang) sebagai upaya konkret untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tingkat masyarakat.

Launching program dilakukan oleh Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. bersama Bank Indonesia, pada Kamis, 10 Juli 2025.

Kegiatan tersebut juga sebagai bagian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

“Ini merupakan hasil kolaborasi, kerja sama bersama Bank Indonesia, ini merupakan Gerakan Nasional Pengendalian Harga Pangan. Kita meyakini bahwa Gerakan Kempling Semar ini akan menjaga stabilitas harga pangan,” kata Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu saat peluncuran Kempling Semarang.

“Ini sesuai dengan program Nasionalnya Presiden Prabowo. Dan ini tentu akan membuat masyarakat senang,” imbuhnya.

Baca Juga:  Jokowi Resmikan Flyover Djuanda dan Proyek Infrastruktur di Jawa Timur

Program Kempling Semar menghadirkan delapan unit mobil keliling yang akan beroperasi setiap hari hingga akhir tahun 2025, menyasar empat titik RW per hari.

Tujuannya adalah merespon langsung gejolak harga dengan cepat dan efisien.

“Ada delapan mobil, nanti mereka akan berputar sampai dengan akhir tahun, setiap harinya itu empat titik, untuk menjaga stabilitas harga supaya enggak fluktuatif,” jelasnya.

Agustina menegaskan bahwa sistem Kempling Semar akan berbasis data dan pengawasan lapangan, sehingga tim akan segera mendistribusikan bahan pokok ke titik-titik yang terpantau mengalami lonjakan harga signifikan.

“Malam itu ketahuan di sini ada harga sangat tinggi, datanglah ke situ besok paginya. Kalau di situ sudah stabil, malam lagi ada di mana paling tinggi, terus sehingga harganya juga stabil,” ungkapnya.

Baca Juga:  Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Riau, 500 Bibit Pohon Dibagikan Gratis ke Pengunjung CFDÂ

Lebih lanjut, Agustina menyebut bahwa kehadiran mobil Kempling Semar juga sekaligus menjadi bentuk operasi pasar harian untuk menghadirkan kompetisi harga di tengah masyarakat.

“Kalau misalnya di titik tertentu itu jual beras sampai mahal banget, ya kita hadir di dekat harganya rendah. Mekanisme pasar ini akan langsung terintervensi,” pungkasnya.

Program ini dirancang untuk menyasar langsung titik RW, tidak hanya sebagai kegiatan simbolik atau seremonial, tetapi sebagai pengawasan aktif yang bergerak berdasarkan data harga riil di lapangan.

“Kebutuhannya sekarang adalah hari-hari memantau, karena inflasi di Kota Semarang ini masih di atas rata-rata inflasi nasional. Harus turun,” katanya.

Sementara itu Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari menyampaikan apresiasinya atas sinergi Pemkot Semarang bersama Bank Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Baca Juga:  Rumah dan Permukiman Layak, Tolak Ukur Kesejahteraan dan Keberhasilan Bangsa  Indonesia

Ia menyebut, bahwa inflasi tahunan Kota Semarang per Juni 2025 tercatat sebesar 2,18% (year on year), lebih rendah dari rata-rata Provinsi Jawa Tengah, namun masih di atas nasional.

Kenaikan inflasi, lanjutnya, sebagian besar disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

“Kelompok ini sangat sensitif karena bobotnya besar dan mudah terpengaruh kondisi cuaca, distribusi, maupun isu-isu yang berkembang di masyarakat,” ujar Andi.

Sebagai langkah konkret, mobil Kempling Semar hadir untuk mendekatkan distribusi pangan ke wilayah-wilayah rentan inflasi.

“Mobil pangan keliling ini selain menjadi alat distribusi, juga menunjukkan bahwa pemerintah hadir menjaga kesejahteraan masyarakat melalui inflasi yang terjaga,” imbuhnya.***

Sumber Berita : Humas Pemkot Semarang