Seorang Pria Warga Jepara Jatuh ke Sumur dan Meninggal, Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Korban

InShot_20250725_103352343
Bagikan:

JEPARA, (Harianterkini.id) – Basarnas dan Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah seorang pria yang terjatuh ke dalam sumur, di Desa Muryolobo, Nalumsari, Jepara, pada Kamis, 24 Juli 2025.

Jasad yang diketahui bernama Sudadi (40) itu ditemukan oleh warga yang melintas di sekitar rumah korban dan mencium bau tidak sedap di area sumur.

Setelah memeriksa ke dalam sumur, warga menemukan keberadaan korban dalam kondisi mengambang tak bernyawa lagi.

Baca Juga:  Peduli Kesejahteran Masyarakat, PLN berikan bantuan Sarana Air Bersih di Kabupaten Sumedang

Hal ini kemudian dilaporkan ke perangkat desa setempat dan diteruskan kepada Pos SAR Jepara untuk permintaan evakuasi.

Berdasarkan kesaksian warga setempat, korban sudah tidak terlihat selama tiga hari. Hilangnya korban diduga oleh warga karena jatuh ke dalam sumur.

Kecurigaan itu muncul saat salah satu warga melihat adanya sandal yang tergeletak di area depan sumur.

Namun, ketika diperiksa ke dalam, warga tidak melihat apa-apa. Barulah pada hari ketiga bau tak sedap mencuat dari arah sumur sehingga membuat warga memeriksa ulang dan menemukan jenazah korban mengambang di permukaan air.

Baca Juga:  SMP Karangturi Semarang Gandeng Lembaga Payung Jiwa Psikologi Center Gelar Mental Health Awareness

“Sekiranya pukul 15.00 WIB kami menerima laporan adanya penemuan korban yang terjatuh ke dalam sumur. Tim kami kemudian segera berangkat ke lokasi dengan berbekal peralatan vertikal, alat pernapasan, dan alat penerangan,” ujar Budiono, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang.

“Korban terjatuh ke dalam sumur dengan kedalaman 25 meter. Kedalaman ini sempat menjadi kendala dalam proses evakuasi. Hingga akhirnya pada pukul 16.30 WIB, korban dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia dan segera diantarkan ke rumah duka,” jelasnya.

Baca Juga:  Peremajaan Bus Trans Semarang, 10 Unit Baru Segera Beroperasi

Dengan berhasilnya proses evakuasi, maka Tim SAR Gabungan ditutup dan masing-masing SRU kembali ke satuannya masing-masing.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat sehingga korban berhasil dievakuasi,” pungkas Budiono.***

Sumber Berita : Humas Basarnas Semarang