Tim KKN USM dan Puskesmas Kalongan Adakan Sosialisasi dan Penyebaran Benih Ikan Pemakan Jentik Nyamuk di Desa Kawengen

InShot_20250731_132621350
Bagikan:

“Tim KKN Sebar Benih Ikan Nila Pemakan Jentik Nyamuk di Desa Kawengan”

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Tim KKN USM dan Puskesmas Kalongan Adakan Sosialisasi dan Penyebaran Benih Ikan Pemakan Jentik Nyamuk, di Aula Kantor Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada 29 Juli 2025.

Sosialisasi tersebut bertema ”Membangun Komitmen Antar warga dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan DBD (Demam Berdarah Dengue) di Desa Kawengen”.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Kawengen, Marjani beserta perangkatnya, Muhammad Ilham Yusuf Bachtiar selaku Narasumber dari Puskesmas Kalongan, Febrian Wahyu Christanto selaku Dosen Pembimbing Lapangan Kuliah Kerja Nyata (DPL KKN) USM di Desa Kawengen, 33 Mahasiswa KKN USM untuk Desa Kawengen, serta 30 ibu-ibu Kader PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) dari seluruh dusun yang berada di wilayah Desa Kawengen.

Kegiatan sosialisasi dimulai dengan pembukaan, menyanyinyakan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa, laporan mahasiswa KKN USM di Desa Kawengen yang diwakili oleh Nadhif Ivan Rafi’i, sambutan Kepala Desa Kawengen, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Narasumber dari Puskesmas Kalongan.

Baca Juga:  KAI Daop 1 Jakarta Layani Hampir 400 Ribu Pelanggan KAJJ di Momentum Libur Sekolah dan Tahun Baru Islam 1447 H

Perwakilan mahasiswa KKN USM di Desa Kawengen, Nadhif Ivan Rafi’i mengatakan, tujuan kegiatan tersebut mendorong warga Desa Kawengen untuk mengambil tindakan kolektif.

“Untuk Mencegah dan menanggulangi penyebaran DBD yang setiap tahun merebak dan mengancam baik di musim kemarau dan terutama pada musim penghujan,” kata Nadhif.

Sementara itu, Kepala Desa Kawengen, Marjani mengatakan, upaya pencegahan dan penanggulangan DBD harus dimulai dari menekan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan faktor utama penyebab penyakit ini.

Kolaborasi dan sinergi antar warga menjadi kunci utama untuk keberhasilan program pencegahan DBD di seluruh wilayah desa.

”Tak henti-hentinya saya menekankan betapa krusialnya menjaga kesehatan. Sehat itu mahal, sehat itu penting,” ungkap Marjani.

Marjani mengingatkan peristiwa yang terjadi tahun 2024 lalu dimana seorang Siswa SD (Sekolah Dasar) warga Desa Kawengen meninggal dunia akibat komplikasi DBD.

Baca Juga:  Ikut Berpartisipasi Meramaikan Pameran dan Kontes Tanaman Hias 2025 di Wonderia, Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia Cabang Kota Semarang Menampilkan 54 Jenis Bonsai

Tragedi itu harus dijadikan pengingat bagi seluruh warga akan bahaya nyata DBD untuk selalu serius dalam upaya pencegahan penyakit tersebut.

Narasumber, Muhammad Ilham Yusuf Bachtiar mengatakan, untuk mengantisipasi munculnya penyakit DBD, warga harus membersihkan saluran air yang tersumbat, menutup rapat tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Selama kegiatan juga dilakukan penyemprotan atau fogging juga dilakukan di titik-titik rawan kasus DBD sebagai langkah responsif terhadap potensi penyebaran.

”Saya menegaskan bahwa fogging meskipun sering dianggap sebagai solusi instan, bukanlah metode pencegahan yang paling disarankan karena efek fogging hanya membunuh nyamuk dewasa namun tidak membasmi jentik nyamuk yang merupakan cikal bakal penyebaran,” kata Ilham.

“Oleh karena itu fogging hanya bersifat sementara dan kurang memberikan dampak jangka panjang,” imbuhnya.

DPL KKN USM, Febrian Wahyu Christanto mengatakan, kerja bakti pemberantasan jentik nyamuk perlu diadakan secara rutin setiap seminggu atau sebulan sekali dengan memeriksa dan menguras secara teratur tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, gentong, dan sejenisnya adalah hal yang paling efektif untuk memastikan tidak ada jentik nyamuk yang berkembang biak.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Semarang Ajukan Banding Putusan PTUN soal Sengketa Direksi PDAM

Di akhir kegiatan sosialisasi ini juga dilakukan pembagian benih ikan Nila sebagai ikan pemakan jentik nyamuk kepada seluruh peserta sosialisasi serta dilakukan penyebaran benih ikan di beberapa titik rawan pertumbuhan jentik nyamuk antara lain di wilayah RT 004/ RW 004 Desa Kawengen dan sumber mata air di Dusun Watupawon.

”Selain sosialisasi perlu ada upaya aktif lain seperti pembagian ikan pemakan jentik nyamuk kepada warga dan penyebaran benih ikan di beberapa titik rawan jentik nyamuk,” ucap Febrian.

“Semoga dengan kegiatan ini akan menurunkan atau bahkan dapat meniadakan penularan DBD di wilayah Desa Kawengen,” ungkapnya.***(bgy).