Mahasiswa Pariwisata Universitas Semarang Jalan Kaki Gali Potensi Wisata di Kawasan Pecinan Semarang

InShot_20251102_164743235
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Prodi Pariwisata Universitas Semarang (USM) mengadakan praktikum lapangan dengan wisata jalan kaki di kawasan Pecinan Semarang.

Kegiatan yang diikuti 19 mahasiswa itu dilakukan pada tanggal, 30 Oktober 2025.

Dosen Prodi Pariwisata USM, Muchammad Satrio Wibowo mengatakan bahwa kegiatan tersebut termasuk materi dalam mata kuliah pariwisata desa dan kota.

Kegiatan untuk menggali potensi pariwisata berkolaborasi dengan Bersukariawalk, selaku salah satu operator wisata jalan kaki di Semarang.

Baca Juga:  Kolaborasi Antar Daerah, Pemerintah Kota Semarang Terima Hibah Armada Pemadam Kebakaran dari Pemprov DKI Jakarta

”Kegiatan ini bermaksud mengenalkan ke mahasiswa, salah satu potensi wisata kawasan Pecinan Semarang yang bisa dikembangkan di Kota Semarang. Sehingga menjadi alternatif destinasi yang menarik wisatawan untuk berkunjung,” katanya.

Menurut Fauzan Surya selaku story teller, kawasan Pecinan Semarang menyimpan banyak potensi wisata yang masih bisa digali terutama yang tertarik dengan wisata budaya dan sejarah. Banyak nilai sejarah yang menarik untuk dikulik.

Baca Juga:  Soft Opening Gets Court, Destinasi Sport & Lifestyle Baru Hadir di Kota Semarang

”Kawasan Pecinan Semarang memiliki nilai sejarah yang tinggi karena menjadi pusat akulturasi budaya antara etnis Tionghoa dan masyarakat Jawa, sejak abad ke 18,” kata Fauzan.

Setelah peristiwa Geger Pecinan (1740-1743), komunitas Tionghoa yang selamat kemudian menetap kembali di Semarang dan membangun kawasan Pecinan sebagai tempat tinggal, pusat perdagangan, serta ruang spiritual melalui pendirian berbagai klenteng seperti Tay Kak Sie dan Tong Pek Bio.

Baca Juga:  Wali Kota Semarang Ambil Peran Sebagai Tokoh Sang Hyang Wenang di Acara Pagelaran Wayang Orang om The Street

Wisata jalan kaki menjadi sangat cocok untuk menjelajah lebih dalam di sebuah destinasi yang terletak di kawasan perkotaan.

”Wisata jalan kaki menyusuri pecinan ini menyenangkan sekali. Banyak ilmu yang saya dapat, terutama tentang nilai budaya dan sejarah di kawasan Pecinan Semarang,” ungkap peserta praktikum, Lutfiani.***(bgy)