Pemerintah Kota Semarang Perketat Penanganan Keselamatan Jalan di Kawasan Silayur

InShot_20260511_142601201
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memberikan perhatian serius terhadap penanganan keselamatan jalan di kawasan Silayur, Kecamatan Ngaliyan Semarang, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas di Kota Semarang.

Berdasarkan data kepolisian selama enam tahun terakhir, mulai 2020 hingga awal 2026, angka kecelakaan di jalur tersebut tercatat konsisten terjadi setiap tahun.

Mayoritas kecelakaan melibatkan kendaraan berat dan berujung fatal akibat kegagalan sistem pengereman.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan kondisi jalan dengan tingkat kelandaian mencapai 13,2 persen menjadi faktor risiko utama bagi kendaraan bertonase besar yang melintas di kawasan tersebut.

“Kawasan Silayur memang memiliki karakteristik tanjakan dan turunan ekstrem yang sangat panjang. Data menunjukkan rata-rata belasan hingga puluhan korban selalu ada setiap tahunnya,” kata Danang, Jum’at, 8 Mei 2026.

Baca Juga:  Kota Tegal Bangkit Lawan Narkoba : BNN Provinsi Jateng Gandeng Kampus dan Wali Kota Gaungkan Gerakan Bersih Dari Narkoba!!

“Karena itu kami terus melakukan upaya rekayasa teknis agar angka ini bisa ditekan secara signifikan,” imbuhnya.

Menurut Danang, kondisi geografis jalan yang curam kerap memicu kegagalan sistem pengereman pada truk maupun kendaraan berat lainnya.

Situasi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan lain, terutama saat arus lalu lintas sedang padat.

Untuk menekan angka kecelakaan, Pemkot Semarang telah melakukan berbagai intervensi fisik di kawasan Silayur.

Langkah tersebut meliputi penebalan marka jalan, pemasangan pita kejut untuk mengontrol kecepatan kendaraan, hingga penambahan Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ).

Selain itu, pemerintah juga memasang portal pembatas kendaraan berat serta menutup sejumlah titik putar balik (u-turn) strategis guna mengurangi hambatan samping yang berpotensi memicu kecelakaan.

Baca Juga:  Semarang Great Sale 2025, Gumaya Tower Hotel Tawarkan Golf Staycation & Promo Kuliner Menarik

Danang menegaskan, pengawasan terhadap jam operasional kendaraan berat juga terus diperketat melalui penempatan petugas di sejumlah titik krusial di jalur Silayur.

Ia turut mengimbau masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa, agar mulai beralih menggunakan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Koridor IV yang melintasi kawasan tersebut.

“Penggunaan transportasi publik seperti BRT jauh lebih aman dibandingkan mengendarai sepeda motor di jalur curam ini,” jelasnya.

“Armada kami rutin melalui pengecekan kelaikan kendaraan secara ketat sehingga risiko kegagalan teknis saat menanjak maupun menurun dapat diminimalisir demi keselamatan penumpang,” lanjut dia.

Peningkatan volume kendaraan akibat pertumbuhan kawasan industri di wilayah Semarang Barat turut menambah beban operasional jalur Silayur.

Baca Juga:  Daop 4 Lakukan Perbaikan Jalur KA di Perlintasan Sebidang Kaligawe Semarang, Arus Jalan Raya Akan Diterapkan Sistem Buka Tutup

Pemerintah Kota Semarang saat ini terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna memperkuat pengawasan lalu lintas serta evaluasi sistem keselamatan di koridor utama logistik tersebut.

Danang menambahkan, pihaknya akan memberikan tindakan tegas kepada kendaraan yang melanggar aturan tonase maupun jam operasional yang telah ditetapkan.

Ia juga mengingatkan para pengusaha logistik untuk memastikan armada dalam kondisi laik jalan dan tidak membawa muatan melebihi kapasitas yang diizinkan.

“Kami tidak akan lelah melakukan pembenahan meskipun tantangan topografinya sangat sulit,” ujarnya.

“Kesadaran pengemudi truk untuk mematuhi aturan muatan adalah kunci utama agar peristiwa memilukan di Silayur tidak terus berulang setiap tahunnya. Keselamatan harus menjadi prioritas di atas segalanya,” pungkasnya.***