Pria Tanpa Identitas Hanyut di Banjir Kanal Barat Semarang, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif

InShot_20260522_214539262
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Seorang pria tanpa identitas dilaporkan hanyut saat berada di saluran irigasi yang bermuara ke Sungai Banjir Kanal Barat, Kota Semarang, pada hari Jumat, 22 Mei 2026 siang.

Hingga Jumat malam, korban masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan setelah terseret arus deras sungai.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.20 WIB. Korban yang diketahui berjenis kelamin laki-laki diduga terbawa arus saat berada di area saluran irigasi yang terhubung langsung dengan aliran Sungai Banjir Kanal Barat.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga terkait adanya orang hanyut di lokasi kejadian.

Setelah menerima informasi tersebut, Basarnas langsung menerjunkan tim penyelamat untuk melakukan upaya pencarian.

“Kami menerima informasi adanya orang hanyut di Sungai Banjir Kanal Barat, kemudian langsung mengirimkan satu tim untuk melakukan pencarian,” ujar Budiono, Jumat sore, 22 Mei 2026.

Baca Juga:  Bantu Masyarakat, Dishub Pekanbaru Beri Puluhan Paket Sembako

Berdasarkan keterangan sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi, korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan bertahan di muara irigasi.

Dalam kondisi arus yang cukup deras, korban disebut berbaring sambil berpegangan pada sela-sela batu di pinggir saluran.

Situasi sempat memunculkan harapan korban dapat diselamatkan ketika beberapa warga berinisiatif memberikan pertolongan.

Namun upaya tersebut tidak berjalan mulus karena derasnya arus sungai dan kondisi korban yang diduga sudah kelelahan.

“Korban sempat berdiri dan berpegangan pada kaki warga yang hendak menariknya dari atas. Namun karena diduga kelelahan menahan arus deras, pegangan korban terlepas dan langsung hanyut,” terang Budiono.

Peristiwa itu sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga terlihat berkumpul di tepian sungai untuk menyaksikan proses pencarian yang dilakukan petugas SAR bersama unsur relawan dan aparat terkait.

Baca Juga:  Genjot Pasar Internasional, Sido Muncul Serahkan PO Sebanyak 5 Ton ke Koperasi Agro Farm Bodowoso

Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dari titik awal korban diduga hanyut hingga kawasan jembatan rel kereta api.

Proses pencarian dilakukan dengan metode penyisiran manual di tepian sungai serta pemantauan arus dari beberapa titik.

Budiono menjelaskan, sedikitnya 18 personel SAR gabungan diterjunkan dalam operasi pencarian tersebut.

Meski demikian, hingga radius pencarian mencapai sekitar dua kilometer, korban belum berhasil ditemukan.

“Tim melakukan penyisiran melibatkan 18 personel SAR gabungan yang turun ke sungai, namun hingga jarak kurang lebih dua kilometer belum berhasil menemukan korban.

Saat ini hari mulai gelap dan pencarian dihentikan sementara, kemudian akan dilanjutkan esok hari,” katanya.

Baca Juga:  Kualifikasi Piala Dunia 2026, Argentina Menang Tipis 1-0 Lawan Ekuador

Menurutnya, kondisi arus sungai yang cukup deras menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian. Selain itu, faktor cuaca dan minimnya pencahayaan menjelang malam turut memengaruhi efektivitas operasi SAR.

Pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Sabtu, 23 Mei 2026 pagi.

Tim SAR gabungan berencana memperluas area pencarian hingga ke muara sungai dengan menggunakan perahu karet guna memaksimalkan proses evakuasi.

“Besok rencana akan dilakukan pencarian dari bawah rel kereta api hingga muara sungai menggunakan perahu karet. Semoga cuaca cerah dan korban lekas ditemukan,” pungkas Budiono.

Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum diketahui. Petugas juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera berkoordinasi dengan pihak berwenang maupun Posko SAR Semarang.***