Hadir Sebagai Narasumber Workshop UMKM Cerdas Digital, Astri Harni Tresnasari Ungkap Holding UMKM Jadi Strategi Penguatan Ekosistem Usaha Mikro hingga Menengah

InShot_20260619_111044721
Bagikan:

PEKALONGAN, (Harianterkini.id) – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia terus memperkuat ekosistem usaha nasional melalui pengembangan Holding UMKM sebagai strategi memperkuat rantai pasok dan mempercepat pelaku usaha naik kelas.

Gagasan tersebut disampaikan Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Astri Harni Tresnasari, saat menjadi narasumber dalam Workshop UMKM Cerdas Digital pada rangkaian Pekan Kreatif Nusantara 2026 di panggung acara, Kawasan Wisata Budaya Jetayu, Kota Pekalongan, Jumat, 19 Juni 2026.

Workshop yang mengangkat tema “Penguatan Rantai Pasok UMKM” itu dihadiri ratusan pelaku UMKM, komunitas usaha, pendamping, serta pemangku kepentingan yang ingin memperkuat kapasitas usaha melalui digitalisasi dan kolaborasi bisnis.

Diketahui bahwa kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balqis Diab.

Dalam paparannya, Astri Harni Tresnasari menjelaskan bahwa penguatan rantai pasok menjadi salah satu prioritas Kementerian UMKM karena masih banyak pelaku usaha mikro yang menjalankan usahanya secara mandiri sehingga sulit berkembang, memperoleh pasar yang lebih luas, maupun mengakses pembiayaan formal.

Menurut Astri, solusi yang ditawarkan pemerintah adalah membangun Holding UMKM, yakni sebuah model kemitraan yang menghubungkan usaha mikro, kecil, dan menengah dalam satu ekosistem bisnis yang saling mendukung.

“Holding UMKM merupakan inisiatif strategis untuk membangun ekosistem usaha yang lebih kuat. Dalam model ini, usaha menengah berperan sebagai anchor yang mengintegrasikan usaha mikro dan kecil ke dalam rantai pasok sehingga mereka tidak berjalan sendiri, tetapi tumbuh bersama dalam satu jaringan usaha,” ujar Astri.

Baca Juga:  Pesta Rakyat Padma 2025: Serunya Rayakan Kemerdekaan Lewat Lomba dan Permainan Tradisional

Ia menjelaskan, melalui konsep tersebut, usaha menengah tidak hanya menjadi pembeli produk UMKM, tetapi juga menjalankan fungsi sebagai inkubator yang memberikan pendampingan, transfer pengetahuan, hingga peningkatan kapasitas produksi.

Selain itu, usaha menengah juga berperan sebagai agregator yang menghimpun produk dari berbagai pelaku UMKM agar memiliki volume produksi yang lebih besar dan mampu memenuhi kebutuhan pasar maupun industri.

“Ketika UMKM bergabung dalam holding, mereka memiliki skala ekonomi yang lebih kuat. Produk yang dihasilkan menjadi lebih seragam kualitasnya, kapasitas produksi meningkat, dan lebih mudah memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar,” jelasnya.

Astri mengatakan, Holding UMKM juga memiliki fungsi sebagai distributor yang membuka akses pasar lebih luas, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

Dengan dukungan jaringan usaha menengah, produk-produk UMKM memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar modern maupun menjadi bagian dari rantai pasok industri.

Tak hanya itu, Holding UMKM juga menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha dalam memperoleh akses pembiayaan formal.

Baca Juga:  Komunitas Batik Universitas Semarang Kenalkan Batik ke Mahasiswa

Menurutnya, selama ini masih banyak UMKM yang mengalami kesulitan memperoleh modal karena belum memiliki kelembagaan usaha maupun jaringan bisnis yang kuat.

“Melalui holding, pelaku UMKM akan lebih mudah mengakses pembiayaan dari perbankan, lembaga keuangan, maupun pembiayaan berbasis rantai pasok (supply chain financing).

Kelembagaan yang kuat akan meningkatkan kepercayaan lembaga pembiayaan terhadap UMKM,” katanya.

Astri menuturkan bahwa pemerintah ingin membangun ekosistem usaha yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan omzet, tetapi juga menciptakan kolaborasi antarpelaku usaha agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Ia menyebutkan, terdapat empat manfaat utama dari pembentukan Holding UMKM berbasis klaster. Pertama, mempercepat peningkatan skala ekonomi melalui sinergi antar pelaku usaha sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien dan produktivitas meningkat.

Kedua, memperkuat ketahanan usaha karena pelaku UMKM dapat saling mendukung dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi maupun dinamika pasar.

Ketiga, meningkatkan daya saing melalui penguatan kualitas produk, standarisasi, inovasi, pemanfaatan teknologi, serta digitalisasi sehingga mampu terhubung dengan rantai pasok nasional maupun global value chain.

Keempat, memperluas akses terhadap sumber pembiayaan formal sehingga pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kapasitas usahanya.

“Kami ingin UMKM tidak lagi bekerja sendiri-sendiri. Dengan membangun kemitraan yang kuat melalui Holding UMKM, pelaku usaha akan lebih mudah berkembang, memperoleh pasar, mendapatkan pembiayaan, dan pada akhirnya mampu naik kelas secara berkelanjutan,” tegas Astri.

Baca Juga:  Jaksa Agung ST Burhanuddin : Memaknai Hari Kemerdekaan dengan Mengawal Pembangunan untuk Indonesia Maju

Menurutnya, keberhasilan penguatan rantai pasok tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha menengah, lembaga keuangan, akademisi, asosiasi, dan komunitas UMKM.

Melalui Workshop UMKM Cerdas Digital ini, Kementerian UMKM berharap semakin banyak pelaku usaha di Kota Pekalongan yang memahami pentingnya kolaborasi dalam rantai pasok serta mampu memanfaatkan peluang kemitraan untuk meningkatkan daya saing usahanya.

Sebagai informasi bahwa Workshop tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pekan Kreatif Nusantara 2026 yang berlangsung pada 18–21 Juni 2026.

Selain menghadirkan diskusi dan pelatihan, kegiatan ini juga diramaikan dengan pameran produk unggulan UMKM, promosi ekonomi kreatif, dan berbagai agenda pemberdayaan yang bertujuan memperkuat ekosistem UMKM di Kota Pekalongan.

Selain Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Astri Harni Tresnasari yang menjadi narasumber, kegiatan workshop UMKM Cerdas Digital juga di hadiri kedua narasumber lain, yakni Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pemasaran serta Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM RI Bonny Suganda dan Victorianus Aries Siswantoro Dosen di IWIMA Kota Pekalongan yang juga menjabat Kepala Career Center dan Fotografer, serta acara dipandu oleh moderator Aziz Mahendra.***