Pemerintah Kota Semarang Luncurkan Pharma City, Warga Kini Bisa Cek Ketersediaan Obat Secara Real Time

InShot_20260718_142419798
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus mendorong transformasi digital di sektor kesehatan melalui peluncuran Pharma City (Pelayanan Farmasi Apotek Terintegrasi Kota Semarang).

Inovasi ini memudahkan masyarakat mengakses informasi layanan kefarmasian, mulai dari lokasi apotek, ketersediaan obat secara real time, hingga layanan konsultasi dengan apoteker dalam satu platform digital.

Peluncuran Pharma City dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, pada kegiatan Bimbingan Teknis Pelayanan Kefarmasian di Hotel MG Setos, Rabu (15/7/2026).

Handi Priyanto mengatakan, digitalisasi pelayanan kefarmasian merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Pelayanan kesehatan harus semakin dekat dengan masyarakat. Melalui Pharma City, warga tidak lagi mengandalkan informasi dari mulut ke mulut atau harus mendatangi beberapa apotek hanya untuk mencari obat,” kata Handi.

Baca Juga:  Imigrasi Wonosobo Juara II di Magelang Batik Festival

“Informasi yang dibutuhkan kini dapat diakses lebih cepat sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan secara lebih efektif,” imbuhnya.

Menurutnya, selama ini data pelayanan kefarmasian masih tersebar di berbagai fasilitas kesehatan sehingga belum terintegrasi secara optimal.

Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan proses pengawasan pemerintah, tetapi juga membatasi akses masyarakat terhadap informasi mengenai layanan apotek dan ketersediaan obat.

Melalui Pharma City, sebanyak 445 apotek di Kota Semarang kini telah terhubung dalam satu sistem digital yang menjadi pusat data pelayanan kefarmasian.

Integrasi tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh informasi secara cepat dan akurat, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap mutu pelayanan serta keamanan peredaran obat.

Baca Juga:  Sambut Nataru, Wali Kota Semarang Jamin Harga Kebutuhan Pokok Terkendali

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, sistem digital ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

Proses pendataan, pelaporan, hingga pengawasan pelayanan kefarmasian dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat sehingga menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan berbasis data.

Tak hanya itu, platform tersebut juga mendukung transparansi dalam pelayanan perizinan serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha apotek dalam menjalankan usahanya.

Handi menegaskan, transformasi pelayanan kesehatan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga dengan memastikan masyarakat memperoleh akses informasi yang mudah serta pelayanan yang berkualitas.

Karena itu, Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat kapasitas tenaga kefarmasian melalui berbagai bimbingan teknis serta menjalin kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang, organisasi profesi, serta seluruh pelaku usaha apotek.

Baca Juga:  Lewat Konten Digital, Mahasiswa Program MBKM KKN USM Ajak Remaja Karang Taruna Jadi Pelestari Budaya

“Transformasi digital bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ketika warga lebih mudah mendapatkan informasi obat, memperoleh pelayanan yang aman, dan dilayani secara cepat, maka di situlah manfaat pembangunan benar-benar dirasakan,” tegasnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Semarang akan terus mengembangkan Pharma City dengan mengintegrasikannya ke dalam ekosistem digital kesehatan nasional, termasuk platform SatuSehat.

Integrasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pelayanan kefarmasian yang modern, transparan, dan responsif sehingga seluruh masyarakat Kota Semarang dapat memperoleh layanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan mudah dijangkau.***