Wali Kota Semarang Dorong Pemanfaatan AI untuk Percepat Layanan Publik dan Tata Kelola Kota

InShot_20260808_000003902
Bagikan:

SEMARANG, (Harianterkini.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus memperkuat transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa AI harus menjadi instrumen untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan riil di lapangan.

Komitmen tersebut disampaikan Agustina saat menjadi pembicara dalam hari kedua Semarang Marketing Festival (SMF) 2026 bertajuk Corporate Day dengan tema “Winning the Competition in the Age of AI” di Hotel Santika Premiere Semarang, Selasa (4/8).

Salah satu implementasi nyata transformasi digital di Kota Semarang diwujudkan melalui sistem kecerdasan buatan AISSA (AI Solusi Sampah).

Sistem ini dikembangkan sebagai solusi pemantauan kebersihan lingkungan yang terintegrasi dengan kamera pengawas (CCTV) di 35 titik tempat pembuangan sampah (TPS).

Baca Juga:  Mazda Indonesia Pamerkan All-New Series Mazda CX-60 di GIIAS Series Semarang 2023

Menurut Agustina, keberhasilan penerapan AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mengelola dan mengarahkan sistem tersebut.

“AI yang kita pakai ini merupakan sarana dan alat. Pada akhirnya, nothing and no one, but the man behind the gun. Jika kita ingin memenangkan teknologi untuk kemajuan, maka AI harus diisi sesuai kebutuhan dan nilai-nilai yang ingin kita bangun,” ujar Agustina.

Ia menjelaskan, penerapan AI di sektor pemerintahan memiliki tantangan tersendiri karena membutuhkan data yang akurat agar sistem mampu menghasilkan keputusan yang tepat.

Oleh karena itu, proses pengisian data dan evaluasi terhadap parameter yang digunakan AI harus dilakukan secara berkelanjutan.

Agustina mengakui, penggunaan AI juga menuntut kehati-hatian. Menurutnya, sistem kecerdasan buatan hanya akan menghasilkan keluaran sesuai dengan data dan parameter yang dimasukkan oleh penggunanya.

Baca Juga:  Polda Jateng Bongkar 61 Kasus 3C, Wakapolda: Korban Curanmor Silakan Ambil Kendaraannya Gratis

“Penghargaan ini menakutkan buat kami. Kenapa? Karena kami baru saja melakukan proses untuk 35 TPS dengan menggunakan CCTV. AI ini diisi sesuai kehendak kita. Kalau menggunakan AI dengan informasi dari Google, tentu semua informasi yang ada akan dirangkul, benar atau salah tidak ada yang mengoreksi. Karena itu, kita harus memastikan sistem diisi dengan data yang benar,” katanya.

Semarang Marketing Festival 2026 merupakan bagian dari rangkaian The 14th Indonesia Marketing Festival 2026 yang diinisiasi oleh MCorp.

Kegiatan tersebut menjadi forum kolaborasi yang mempertemukan pelaku industri, praktisi pemasaran, akademisi, dan pemerintah untuk membahas strategi adaptasi serta efisiensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI.

Pada kesempatan itu, Agustina juga menyerahkan penghargaan dari MCorp kepada sejumlah perguruan tinggi dan perusahaan yang dinilai memiliki kinerja unggul.

Baca Juga:  Nomor WhatsApp Mengatasnamakan Wali Kota Semarang Dipastikan Penipuan

Untuk kategori kampus, penghargaan diberikan kepada Universitas Stikubank (UNISBANK), Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Katolik Soegijapranata.

Sementara pada kategori korporasi, penghargaan diterima RSUP Dr. Kariadi, SMC RS Telogorejo, AWANN Group, serta PT Siba Surya.

Selain itu, rangkaian acara turut diisi dengan penyerahan Public Service Award Central Java 2026 dan Industry Marketing Champion Semarang 2026, serta diskusi mengenai pentingnya menghadirkan sentuhan nilai kemanusiaan dalam pemanfaatan teknologi digital.

Menutup paparannya, Agustina menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui berbagai inovasi pelayanan publik.

“Kota Semarang akan terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan berkomitmen menuju jajaran Smart City melalui berbagai inovasi pelayanan publik,” pungkasnya.***